Share

Menpan-RB Tjahjo Kumolo Sakit Infeksi Paru, Kenali 12 Jenisnya Beserta Gejala

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 11:36 WIB
$detail['images_title']
Menpan-RB Tjahjo Kumolo (Foto: Dok.Okezone)

MENPAN-RB Tjahjo Kumolo dikabarkan sakit infeksi paru. Hingga kini tengah dirawat intensif di rumah sakit dan kondisinya berangsur membaik.

Beberapa kabar berembus menyatakan Tjahjo Kumolo koma di rumah sakit. Informasi tersebut dibantah pihak keluarga. Artinya Tjahjo Kumolo tidak koma karena sakit infeksi paru tersebut.

Tidak banyak info yang menggema terkait dengan sakit Tjahjo Kumolo ini. Infeksi yang menyebar hingga ke paru yang dikabarkan dialami Tjahjo Kumolo pun tidak begitu jelas penyakit apa namanya.

Namun, jika kita bicara soal infeksi paru maka ada beberapa kemungkinan penyakit yang dialami, misalnya pneumonia, bronkitis, hingga PPOK yang punya komplikasi kanker paru.

Secara detail, di laman Dr Batra's, diterangkan ada 12 jenis penyakit infeksi paru. Kesemuanya punya gejala yang hampir mirip tapi ada kekhasan yang membedakan. Dilansir MNC Portal, Senin (27/6/2022), berikut ulasan selengkapnya:

1. Flu

Flu

Penyakit ini akibat virus yang menyebabkan sel-sel yang melapisi saluran dalam hidung dan tenggorokan menghasilkan lebih banyak lendir dari biasanya. Gejala paling umum dari flu antara lain:

Penurunan kemampuan bernapas, peningkatan produksi lendir yang menyebabkan hidung mampet dan batuk, serta demam disertai nyeri tubuh serta kelelahan.

Komplikasi dari flu bisa berupa pneumonia, bronkitis, dan infeksi telinga.

2. Pilek biasa

Beda dengan flu, pilek itu infeksi virus ringan pada saluran pernapasan bagian atas, termasuk hidung dan tenggorokan. Saat pilek, seseorang mengalami infeksi virus ringan di salah satu bagian tubuhnya.

Gejala pilek biasa adalah batuk, hidung meler, dan sakit tenggorokan. Komplikasi dari penyakit ini pneumonia.

3. Bronkitis

Bronkitis ini adalah peradangan pada bronkus atau saluran udara yang membawa oksigen ke paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan batuk produktif atau kering dengan dahak. Pada beberapa kasus juga menyebabkan sesak napas, mengi, rasa tidak nyaman di dada, dan kelelahan.

Gejala bronkitis adalah batuk dengan dahak kental berwarna kuning atau kehijauan dan kesulitan bernapasa dan menelan. Komplikasinya pneumonia dan abses paru-paru.

4. Batuk rejan

Batuk rejan adalah infeksi bakteri paru-paru yang sangat menular yang menyebabkan batuk parah. Batuk rejan menyebar dengan sangat cepat dari orang ke orang melalui udara.

Gejalanya serangan batuk hebat yang terputus-putus diikuti teriakan bernada tinggi saat Anda mencoba bernapas, hidung meler dan tersumbat, serta kelelahan dan kehilangan nafsu makan. Komplikasinya pneumonia.

5. Abses paru

Ini adalah penyakit infeksi paru lokal yang menyebabkan kantung atau rongga berisi nanah yang terbentuk di jaringan paru. Gejalanya batuk berdarah atau mengeluarkan dahak berwarna karat, demam, dan batuk yang kian memburuk pada malam hari atau sesudah berbaring. Komplikasinya pneumonia, pleuritis, dan empiema.

6. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan bakteri, virus, atau jamur. Pneumonia bakteri yang paling banyak terjadi. Penyakit ini menyebabkan demam tinggi dan batuk berdahak karena paru-paru terisi cairan, sehingga oksigen tidak bisa masuk ke aliran darah.

Gejala pneumonia antara lain demam, batuk berdahak, dan sesak napas. Komplikasi penyakit ini meliputi abses paru, pleuritis, hingga empiema.

7. SARS-CoV2 atau Covid-19

Virus SARS-CoV2 menyebabkan infeksi di saluran pernapasan. Ini adalah virus mematikan yang dapat menyerang semua kelompok usia.

Gejala Covid-19 bisa berupa perubahan warna kulit yang kebiruan karena kekurangan oksigen dalam aliran darah, demam, batuk dan bersin-bersin, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, kelelahan, meriang, dan rasa lemah. Beberapa kasus mengalami sesak napas.

Komplikasi dari Covid-19 ialah pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, dan pleuritis.

8. Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan pada pleura atau selaput tipis yang menutupi paru-paru dan melapisi juga bagian dalam rongga dada. Pleuritis biasanya menyebabkan nyeri dada yang hebat dan memburuk saat bernapas atau batuk.

Gejalanya nyeri dada yang hebat saat bernapas atau batuk, demam dan menggigil, serta sesak napas jika kondisinya sudah parah. Komplikasi pleuritis adalah pneumonia dan empiema.

9. Empiema

Ini adalah kumpulan nanah yang terbentuk di ruang pleura. Infeksi yang terjadi menyebabkan pleura mengembang dan terisi cairan. Hal tersebut menyebabkan sesak napas dan nyeri di daerah dada atau bahu.

Gejalanya nyeri di dada atau bahu, sesak napas, demam dan menggigil, serta batuk berdarah atau berdahak warna karat. Komplikasinya pleuritis dan pneumotoraks.

10. Pneumotoraks

Ini terjadi ketika udara terkumpul di rongga pleura antara paru-paru dan dinding dada. Karena itu, menyebabkan kolaps paru-paru sebagian atau menyeluruh.

Gejalanya nyeri dada yang hebat saat bernapas atau batuk, sesak napas, dan batuk berdarah atau dahak berwarna karat. Komplikasinya adalah pleuritis, empiema, dan pneumonia.

11. SARS

Sindrom Pernapasan Akut Parah atau SARS adalah penyakit pernapasan virus yang berpotensi mematikan dan menyebabkan radang paru. Ini juga dapat memengaruhi organ lain seperti ginjal, hati, dan jantung.

Gejala SARS ialah demam yang memburuk seiring waktu, sakit kepala, dan kelemahan. Komplikasinya abses paru dan empiema.

12. PPOK

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah istilah untuk penyakit paru progresif, termasuk bronkitis kronis, emfisema, dan beberapa bentuk asma.

Gejalanya batuk kronis dengan produksi sputum, kelelahan, dan rasa tidak nyaman atau nyeri dada terutama saat batuk atau bernapas dalam. Komplikasinya kanker paru.

1
3