Share

Waspada! Angka Kematian Cacar Monyet Pada Anak Capai 10 Persen

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 11:22 WIB
$detail['images_title']
Virus cacar monyet (Foto: Freepik)

WABAH cacar monyet semakin mengkhawatirkan dari hari ke hari. Tercatat kasus cacar monyet sudah mencapai 3417 yang dilaporkan di 58 negara, dengan dominasi adalah negara non endemik yang mana kasusnya didominasi oleh laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki.

Namun jangan salah, tidak hanya menyerang orang dewasa, nyatanya penyakit ini memberikan ancaman nyata kepada anak-anak. Bahkan seperti disebut dr. Ni Luh Putu Pitawati, SpKK, cacar monyet sudah menyebabkan dampak fatal, yaknin kematian pada anak-anak secara global.

"Jadi yang dilaporkan di luar hingga saat ini kasus kematian memamg dilaporkan pasien anak-anak sebesar 10 persen," kata dr Putu dikutip dari Radio Kesehatan, Senin (26/6/2022)

Dokter yang bertugas di RSPI Sulianti Saroso itu menjelaskan, kematian pada anak-anak karena cacar monyet ini salah satunya dikarenakan imunitas pada anak yang belum sempurna ditambah tidak terpenuhinya gizi secara optimal.

Kondisi seperti ini, bisa memperburuk kondisi anak bila terinfeksi virus cacar monyet.

"Karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, mungkin proses perkembangannya belum sempurna, status gizinya juga kurang bisa menyebabkan kondisi anak semakin parah," lanjutnya.

Meski demikian, pada dasarnya cacar monyet sebetulnya tipe penyakit yang dapat sembuh sendiri.

"Sebenarnya monkeypox ini bisa sembuh sendiri namun karena adnaya kondisi tertentu sehingga kondisinya semakin parah," pungkas dr. Putu.

Sebagai informasi, dari catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah ada sekitar 3 sampai 6 persen dari kasus yang dilaporkan menyebabkan kematian di negara-negara endemik seringkali pada anak-anak atau orang yang kemungkinan memiliki kondisi kesehatan lain.

BACA JUGA:WHN Deklarasikan Cacar Monyet Jadi Pandemi, Bagaimana WHO?

BACA JUGA:Virus Cacar Monyet Bisa Menular lewat Tempat Tidur hingga Handuk Loh

1
2