Share

WHN Deklarasikan Cacar Monyet Jadi Pandemi, Bagaimana WHO?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 11:10 WIB
$detail['images_title']
WHN deklarasikan cacar monyet menjadi pandemi (Foto Ilustrasi/Reuters)

WORLD Health Network (WHN) atau satu komunitas global yang mengabdikan diri pada pengembangan dan pelaksanaan respons pandemi global, nasional, dan lokal berbasis sains, mendeklarasikan bahwa virus cacar monyet sebagai pandemi.

Pernyataan WHN ini tidak senada dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan cacar monyet belum menjadi darurat kesehatan global. Tim WHO masih melakukan investigasi mendalam soalan cacar monyet ini.

Cacar Monyet

Hingga sekarang, kasus cacar monyet sudah mencapai 3.417 yang dilaporkan di 58 negara. Kebanyakan adalah negara non endemik yang mana kasusnya didominasi oleh laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki.

Deklarasi WHN soal cacar monyet sebagai pandemi keluar pada Kamis, 23 Juni 2022, setelah mengungkapkan kekhawatiran WHN bahwa wabah ini berkembang pesat di berbagai benua. Terlebih, belum lama ini British Airways selama akhir pekan memaksa awak pesawat dikarantina.

"Wabah tidak akan berhenti tanpa tindakan global bersama," kata WHN, dikutip MNC Portal dari laman Euro Weekly News, Senin (27/6/2022).

Sekalipun tingkat kematiannya lebih rendah daripada cacar air, tambah WHN, jutaan orang akan meninggal dan lebih banyak lagi yang menjadi buta dan cacat kulit jika tidak dilakukan tindakan penghentian penyebaran.

"Tujuan penting dari mendeklarasikan cacar monyet sebagai pandemi adalah untuk mencapai upaya bersama di berbagai negara atau di seluruh dunia untuk mencegah bahaya meluas," tambah WHN.

BACA JUGA : Virus Cacar Monyet Bisa Menular lewat Tempat Tidur hingga Handuk Loh

WHN melanjutkan, definisi pandemi adalah penyakit menular yang terus berkembang di banyak wilayah, melintasi batas internasional dan biasanya memengaruhi banyak orang. Artinya, penyakit menular itu tidak mengenal kelompok usia, semua bisa kena.

"Diperlukan aksi global yang terpadu mengatasi cacar monyet ini," kata WHN.

BACA JUGA : Virus Cacar Monyet Bisa Menular lewat Plasenta, Ibu Hamil Hati-Hati Ya

Lebih lanjut, President of New England Complex System Institute yang juga co-founder WHN, Prof Yaneer Bar-Yam mengatakan, tidak ada pembenaran untuk menunggu cacar monyet tumbuh lebih besar.

"Waktu terbaik untuk bertindak adalah sekarang. Dengan mengambil tindakan segera, kita dapat mengendalikan wabah dengan sedikit usaha dan mencegah konsekuensi menjadi lebih buruk," terang Prof Bar-Yam.

Tindakan yang diperlukan sekarang, kata Prof Bar-Yam, adalah hanya membutuhkan komunikasi publik yang jelas tentang gejala cacar onyet ini. Selain itu, pengujian tersedia secara luas di masyarakat dan pelacakan kontak yang masif.

"Penundaan apapun hanya membuat upaya lebih sulit dan konsekuensinya jadi lebih parah," tegasnya.

WHN menambahkan, sekalipun kasus cacar monyet ini didominasi pada orang dewasa, tapi ketika penyebaran sudah terjadi pada anak-anak itu akan menyebabkan kasus yang lebih parah dan lebih banyak kematian.

Jika infeksi virus terjadi juga pada hewan, terutama tikus dan hewan pengerat lainnya, pun hewan peliharaan, itu juga akan membuat virus cacar monyet ini semakin sulit dihentikan.

"Menunggu secara pasif hanya akan menyebabkan kerugian tanpa manfaat kompensasi apapun," tambah Prof Bar-Yam.

"WHN mendesak semua otoritas kesehatan masyarakat setempat untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dan menggunakan intervensi yang tersedia untuk menahan dan menghentikan penyebaran," ungkap WHN.

"WHO pun harus segera mendeklarasikan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) untuk cacar monyet ini. Pelajaran dari Covid-19 dengan tidak segera mendeklarasikan sebagai pandemi di awal Januari 2020 harus jadi pelajaran penting tentang artinya tindakan terlambat," diungkapkan Eric Feigl-Ding, PhD, Ahli Epidemiologi dan Ekonom Kesehatan, yang juga salah satu pendiri WHN.

1
2