Share

Kapan Suami Istri Harus Ikut Program Bayi Tabung?

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 26 Juni 2022 10:51 WIB
$detail['images_title']
Program bayi tabung (Foto: Kibrispdr)

SAAT ini program bayi tabung cukup familiar di tengah masyarakat, tapi minim dalam pemahaman. Pada umumnya, pasangan ingin segera memiliki buah hati, setelah menikah.

Menurut Dr. dr. Arie A. Polim, DMAS. MSc, SpOG (K) FER, Dokter Spesialis Kandungan, salah satu indikasi untuk memutuskan program bayi tabung, dilihat dari lamanya waktu pernikahan sekitar 1 tahun. Nah, jika setahun istri belum hamil maka bisa segera melakukan pengecekan ke dokter.

"Idealnya tuh walaupun baru nikah tetapi misalnya satu saluran tubanya buntu atau masalah sperma (oligoastgenozoospermia), Anda harus cepat ke dokter, jangan tunggu 5 tahun kemudian walaupun baru nikah 3 bulan," ujar dr Arie.

 bayi tabung

Dari pengecekan ke dokter segera mengetahui apakah ada indikasi lain dan adanya diagnosis yang absolut. Hal tersebut bisa mengantarkan Anda tahu harus melakukan program bayi tabung atau tidak.

 BACA JUGA:Berapa Sih Biaya Program Bayi Tabung?

Apabila kondisi masih usia muda, menurutnya peluang keberhasilan besar. Jika dibandingkan usia tidak lagi muda untuk program bayi tabung, yang juga bisa menambah beban karena harga semakin mahal.

"Jika sudah ada indikasi absolute harus program segera, jangan menunda karena umur makin tua, makin mahal dan susah. Jadi harus dicek ke dokter untuk memastikan kondisi, sebelumnya baru memutuskan (bayi tabung)," jelasnya.

Berdasarkan American Pregnancy yang mana tingkat keberhasilan tergantung pada sejumlah faktor termasuk riwayat reproduksi, usia ibu, penyebab infertilitas, dan faktor gaya hidup. Penting untuk dipahami bahwa angka kehamilan tidak sama dengan angka kelahiran hidup.

1
2