Share

Sudah Ada 650 Kasus Hepatitis Akut Misterius, Yuk Waspadai 13 Gejala Utamanya

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 16:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Hepatitis Akut Misterius. (Foto: Shutterstock)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan ada 650 kasus Hepatitis akut misterius di dunia. Mayoritas kasus yang dilaporkan 374 (58%) berasal dari Wilayah Eropa WHO (22 negara), dengan 222 (34%) kasus dari Inggris Raya dan Irlandia Utara.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menyampaikan data updatenya sebanyak 70 kasus secara kumulatif di Indonesia untuk hepatitis akut misterius. Di mana ada 40 discarded, dan 16 probable dan 14 pending classification.

Dalam paparannya, terlihat bahwa ada anak-anak yang masuk dalam status probable. Untuk usia (0-5tahun) sebanyak 8 orang, (6-10 tahun) sebanyak 6 orang dan (11-16 tahun) ada 2 orang.

Sementara dalam status pending classification (tertunda klasifikasi), pada usia anak (0-5 tahun) 6 orang, (6-10 tahun) 5 orang dan (11-16 tahun) ada 3 orang. Kemudian, untuk gejala ada 13 yang mana didominasi dengan demam, mual, muntah, dan sebagainya, berikut penjelasannya.

Demam (76,7 persen)

Mual (66,7 persen)

Muntah (66,7 persen)

Jaundice (66,7 persen)

Hilang nafsu makan (50 persen)

Nyeri bagian perut (46,7 persen)

Diare akut (33,3 persen)

Malaise/lethargy (33,3 persen)

Perubahan warna urine (teh) (33,3 persen)

Perubahan warna feses (pucat) (23, 3 persen)

Gatal (13,3 persen)

Sesak nafas (10 persen)

Arthralgia/myalgia (6,7 persen)

Syahril mengatakan bahwa terdata dari 16 kasus probable. Diketahui patogen paling banyak ditemukan adalah Cytomegalovirus (CMV). Sampai saat ini definisi hepatitis belum ada ditentukan oleh WHO.

Menurut Syahril menunggu definisi seperti halnya PCR positif untuk Covid-19, tapi untuk hepatitis ini masih belum ada yang disebut dengan konfirmasi.

"Dari pemeriksaan PCR dan metagenomik terhadap 16 probable, diketahui patogen paling banyak ditemukan pada pasien portable adalah cytomegalovirus (CMV) yakni 4 dari 15 pasien yang diperiksa," jelasnya kemarin.

1
2