Share

Masih Amankah Olahraga Outdoor Saat Kualitas Udara Buruk? Ini Kata Dokter Ahli

Siska Permata Sari, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 18:00 WIB
$detail['images_title']
Kualitas udara buruk (Foto: Freepik)

KUALITAS udara di Jakarta tengah sangat mengkhawatirkan beberapa waktu belakangan ini. Sebab, berdasarkan data kualitas udara (air quality index/AQI) dari situs IQAir, saat ini kualitas udara di Jakarta masuk sebagai kota dengan kualitas udara yang terburuk di dunia.

Ini tentu menjadi kabar buruk bagi masyarakat di Jakarta. Sebab, masih banyak warga yang beraktivitas di luar ruangan, salah satunya yakni berolahraga. Apalagi saat ini, aktivitas Car Free Day (CFD) sudah mulai dibuka kembali.

Timbul dilema, lalu apakah saat ini berolahraga di ruang terbuka alias luar ruangan, masih aman di lakukan di tengah kualitas udara yang buruk?

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengatakan olahraga di luar ruangan dilakukan dengan fleksibel dan hati-hati, melihat dulu kualitas udara hari itu. Sebab,  kualitas udara sejatinya berfluktuasi (naik turun) setiap hari.

“Kalau kualitas udaranya lagi baik, bisa melakukan exercise di outdoor,” kata dia saat dihubungi MNC Portal, Jumat (24/6/2022).

Namun sebaliknya, bila kualitas udaranya buruk, disarankan untuk berolahraga di dalam ruangan saja.

“Kalau kualitas udaranya sedang buruk, tidak sehat. Disarankan tidak berolahraga di outdoor,” tambahnya.

Dia menyarankan, agar melakukan memilih waktu olahraga saat kualitas udaranya sedang baik. Misalnya, pada akhir pekan seperti Sabtu atau Minggu. Merujuk pada data yang menunjukkan bahwa sumber polutan terbesar adalah emisi kendaraan.

“Umumnya saat Sabtu atau Minggu. Ketika emisi kendaraan dan industri lagi rendah, sehingga kualitas udara lebih baik,” pungkas dr. Agus singkat

BACA JUGA:Hati-Hati, Polusi Udara Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes Loh

BACA JUGA:Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Ini 8 Efeknya bagi Kesehatan

1
2