Share

Ancam Paru-Paru Hingga Janin, WHO Tegaskan Bahaya Rokok Elektrik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 24 Juni 2022 13:45 WIB
$detail['images_title']
Rokok elektrik (Foto: Freepik)

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menarik semua produk rokok elektrik JUUL di pasaran. Ini sebagai upaya tindak lanjut dari peredaran dari rokok alternatif tersebut yang dinilai mengancam kesehatan generasi muda.

Salah satu alasan FDA menarik semua peredaran JUUL di pasaran adalah rokok elektrik tersebut diduga banyak dikonsumsi anak-anak dan remaja. Terlebih karena menawarkan varian rasa menarik,  mangga dan creme yang mana dua rasa itu akhirnya ditarik dari pasaran menjawab permintaan masyarakat.

Keberadaan rokok elektrik dianggap bisa merusak generasi muda di Amerika Serikat secara khusus, karena rokok jenis tersebut dinilai tetap menyebabkan kecanduan dan memengaruhi kesehatan. Hal tersebut pun dibenarkan oleh laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Februari 2020.

Dalam pernyataannya, WHO menerangkan secara global terdapat 1,1 miliar perokok dewasa yang mana 60 persen di antaranya ingin atau berniat berhenti lalu beralih menggunakan rokok elektrik sebagai cara untuk berhenti menghisap rokok konvensional, tapi sayangnya bukti ilmiah masih belum meyakinkan mengenai manfaat dari rokok elektrik tersebut.

Terlebih, banyak bukti yang menerangkan bahwa rokok elektrik punya efek buruk yang tak jauh berbeda dengan rokok konvensional. Salah satu aspek penilaiannya ada ada aerosol rokok elektrik yang tetap mengandung bahan kimia beracun, termasuk nikotin dan zat yang dipercaya menyebabkan kanker dan gangguan kesehatan lainnya.

"Rokok elektrik sendiri dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan paru-paru, serta efek buruk pada perkembangan janin selama kehamilan," terang laporan WHO, dikutip MNC Portal, Jumat (24/6/2022).

Mengingat adanya efek buruk tersebut, WHO mengimbau kepada setiap negara untuk mengatur keberadaannya secara ketat dan yang paling penting rokok elektrik ini harus dijauhkan dari anak-anak.

"Nikotin sangat adiktif dan ditemukan di sebagian besar rokok elektrik. Ini memberi bukti bahwa baik rokok konvensional maupun rokok elektrik menimbulkan risiko bagi kesehatan dan pilihan teraman adalah tidak mengonsumsi kedua jenis rokok tersebut," tegas WHO.

 BACA JUGA:Wanita Cantik Tewas Overdosis Silikon, Ini Bahayanya Jika Tak Dilakukan Dokter!

BACA JUGA:Bahaya! Dokter Reisa Sebut Varian BA.4 dan BA.5 Jadi Variant of Concern

WHO punya pandangan yang tegas terkait risiko rokok elektrik ini memang di lapangan, bisa dijangkau oleh anak-anak. Bahkan, data WHO menjelaskan bahwa semakin banyak anak-anak dan remaja yang menggunakan rokok jenis itu di beberapa negara.

"Mengekspos anak-anak dan remaja soal nikotin dapat memiliki efek merusak yang bertahan lama pada perkembangan otak dan menyebabkan kecanduan nikotin," tegas WHO.

1
3