Share

Lebih dari 50 Persen Kasus Varian BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Ternyata Sudah Divaksin Booster

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 19:15 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi (Foto: Freepik)

TEMUAN angka kasus subvarian terbaru, BA.4 dan BA.5 di Indonesia semakin hari semakin bertambah.

Tercatat per hari ini, Kamis 23 Juni 2022 kasus positif infeksi varian turunan dari varian BA.2 ini sudah menembus 143 kasus.

Catatan data dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebutkan, kasus BA.4 di Indonesia sebanyak 21 kasus, sementara itu BA.5 lebih banyak dengan jumlah kasus yang telah teridentifikasi sebanyak 122 kasus.

Data Kementerian Kesehatan RI, yang disampaikan dr. Erlina Burhan, Sp.P dalam gelaran acara webinar PB IDI, Kamis (23/6/2022) memperlihatkan bahwa sebagian besar pasien yang terinfeksi, ternyata sudah menerima vaksin Covid-19 dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid). Mari simak paparan data selengkapnya di bawah ini.

a) BA.4 (21 kasus)

* Dosis vaksin Covid-19

1. Sudah divaksin dosis 2 (primer): 5 kasus (24 persen)

2. Sudah divaksin dosis 3 (booster): 13 kasus (62 persen)

3. Sudah divaksin dosis 4: 1 kasus (5 persen)

3. Belum divaksin: 1 kasus (5 persen)

5. Dalam identifikasi: 1 kasus (4 persen)

*Komorbid

1. Non-komorbid: 11 kasus (52 persen)

2. Dalam identifikasi: 10 kasus (48 persen)

 

(Foto: Kemenkes RI)

b) BA.5 (122 kasus)

 

* Dosis vaksin Covid-19

1. Sudah divaksin dosis 1: 4 kasus (3 persen)

2. Sudah divaksin dosis 2 (primer): 28 kasus (23 persen)

3. Sudah divaksin dosis 3 (booster): 62 kasus (51 persen)

4. Sudah divaksin dosis 4: 1 kasus (1 persen)

4. Belum divaksin: 12 kasus (10 persen)

5. Dalam identifikasi: 15 kasus (12 persen)

*Komorbid

1. Stroke: 1 kasus (1 persen)

2. Diabetes melitus: 4 kasus (3 persen)

3. Pneumonia: 1 kasus (1 persen)

4. Hipertensi: 4 kasus (3 persen)

5. Tidak ada komorbid: 62 kasus (50 persen)

6. Dalam identifikasi: 53 kasus (42 persen)

 

(Foto: Kemenkes RI)

1
2