Share

40% Penduduk Dunia Belum Dapat Vaksin, WHO Sebut Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 20:41 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Pasalnya, saat ini sudah cukup banyak negara yang melonggarkan bahkan menghilangkan aturan pandemi.

Padahal, saat ini ada ancaman baru dari subvarian Omicron, yakni BA.4 dan BA.5. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, anggapan dan persepsi bahwasannya pandemi Covid-19 sudah berakhir ternyata keliru.

"Di beberapa negara, semua pembatasan telah dicabut, dan kehidupan tampaknya telah kembali seperti semula selama periode pra-pandemi," katanya dalam 1st G20 Health Ministers Meeting (HMM) yang dilakukan secara virtual.

Meskipun adanya pelonggaran tersebut, namun bukan berarti pandemi telah berakhir. Menurut data yang dihimpun, jumlah kasus Covid-19 di dunia mengalami penurunan hingga 90 persen, dari puncaknya pada Januari 2022. "Kondisi tersebut dianggap normal di masa pandemi," ujarnya.

Akan tetapi, penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dilaporkan meningkat di banyak negara, termasuk di negara-negara G20. Di mana situasi ini tidak terlepas dari fakta bahwa pengujian, dan sekuensing genom telah menurun di dunia."40 persen populasi dunia tetap tidak divaksinasi di tengah munculnya risiko baru yang lebih berbahaya," tambahnya.

Lebih lanjut, dengan kekhawatiran yang meningkat, kurangnya pengujian dan pengurutan akan membuat masyarakat rentan dalam menghadapi evolusi virus. Karenanya, situasi ini harus menjadi pelajaran, agar tidak terjadi krisis lain yang mendominasi perhatian pemerintah dan media dunia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, bahwa HMM 1 2022 merupakan langkah besar bagi G20 untuk memperkuat arsitektur kesehatan global guna lebih mempersiapkan dunia menghadapi ancaman kesehatan global di masa depan.

Menkes menjelaskan, di tahun ini pihaknya telah membahas tiga agenda kesehatan global. Serta berupaya mencapai kesepakatan bersama. Ketiga agenda tersebut mencakup penguatan ketahanan sistem kesehatan global, dengan target pencapaian ketersediaan sumber daya keuangan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi.

(mrt)