Share

Sarwendah Operasi karena Sering Migrain, Seberapa Bahaya dan Apa Dampak Jika Dibiarkan Terlalu Lama?

Syifa Fauziah, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 20:40 WIB
$detail['images_title']
Sarwendah sering alami migrain (Foto: Instagram @sarwendah29)

Dokter Fajri memperingatkan, migrain jangan dipandang sebelah mata. Orang yang kerap mengalami migrain, sejatinya harus melihat beberapa tanda peringatan (warning signs). Sinyal inilah yang menjadi indikator kalau memang kondisinya berat dan harus ke rumah sakit.

“Misalnya seperti sakit kepala yang cukup hebat yang sebelumnya belum pernah dialami dan yang kedua adalah tiba-tiba tidak bisa bicara dan cadel,” tambahnya.

"Selain itu leher kaku, memang biasanya meningitis, tapi bisa juga disebabkan migrain. Biasanya juga diikuti dengan demam. Nah kalau stroke itu lumpuh, kepala sakit cekot-cekot, lidahnya lemas, muka dan kakinya lemas, itu harus dibawa ke IGD," lanjutnya.

Dokter Fajri menyarankan ketika memiliki gejala migrain, sebaiknya harus menghindari penyebab pemicunya. Bila minum obat tidak juga sembuh, sebaiknya langsung dibawa ke rumah sakit agar segera diberi penanganan.

BACA JUGA:Sarwendah Dioperasi karena Sering Migrain, Ini 5 Penyebab yang Bisa Bikin Makin Parah!

BACA JUGA:22% Warga Indonesia Kena Migrain, Coba Atasi dengan Akupunktur

(rpa)