Share

4 Pilihan Treatment Pengobatan Epilepsi, Kimia Hingga Pembedahan

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 19:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

EPILEPSI atau lebih familiar dikenal dengan penyakit ayan merupakan gangguan pada sistem saraf (neurologis), ketika aktivitas otak menjadi tidak normal lalu menyebabkan kejang.

Gejala dari epilepsi yang paling sering ditemui yakni tatapan kosong beberapa detik selama berlangsungnya kejang. Serangan kejang-kejang ini sendiri, bisa dicegah dengan berbagai cara.

Mulai dari pemenuhan kebutuhan oksigen untuk otak, menjaga kepala jangan sampai terbentur, hingga menjauhi lingkungan yang udaranya tercemar zat beracun.

Lalu apakah epilepsi ini bisa diobati? Berikut ulasan empat jenis treatment pengobatan yang bisa dilakukan oleh pasien epilepsi, sebagaimana dituturkan Profesor Taruna Ikrar, Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (18/6/2022).

1. Pengobatan kimia: Salah satu opsi pengobatan yang berdasarkan resep atau arahan dokter, seperti Fenitoin (phenytoin). Biasanya obat ini akan diberikan ke pasien setelah evaluasi dari dokter. “Obat-obat seperti Fenitoin (phenytoin) atau obat anti epileptic itu bisa dilakukan dan diberikan secara farmakologi, biasanya berdasarkan dokter yang akan memberikan, setelah lewat evaluasi," kata Prof.Taruna

2. Latihan: Pengobatan yang dilakukan dengan melakukan pelatihan diri, seperti jalan pagi atau aktivitas fisik untuk menambah oksigen ke otak. Olahraga khusus yang bisa dibangun dari kebiasaan khusus dan ditambah dengan istirahat.

3. Asupan: Mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menambah kesehatan otak, ditunjang dengan suplemen yang mengandung Vitamin B1, B6 dan B12. "Paling penting juga bisa diberikan neurotropik adalah zat-zat yang bisa memperbaiki sistem saraf dan memperbaiki, yang sangat sederhana seperti Neurobion, vitamin B1 dan B12 itu bisa membantu memperbaiki otak (recovery) tapi disesuaikan lagi dengan kondisi pada pasien," jelasnya.

4. Terapi atau bedah khusus: Pilihan terakhir ini harus berdasarkan dokter, dengan melihat kondisi pasien dan tingkat keparahan dari sakit epilepsinya. Pilihan pengobatan ini, biasanya jika kondisinya sudah akut dan tidak ada pilihan lain. “Sedang berkembang yaitu pengobatan terapi genetic yang bisa memperbaiki otak. Juga ada aspek, operasi khusus tapi itu sangat tergantung kalau memang epilepsi sudah sangat berat dan tidak ada pilihan," pungkas Prof. Taruna

1
3