Share

Studi: Penyintas Omicron Versi Awal Kurang Terlindungi dari Varian BA.4 dan BA.5

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 15:30 WIB
$detail['images_title']
Varian Omicron (Foto: Freepik)

KABAR kurang menyenangkan bagi orang-orang yang pernah terinfeksi, alias penyintasb varian Omicron original pertama, yang teridentifikasi pertama kali di Afrika Selatan pada November 2021.

Sebab, mengutip Reuters, Sabtu (18/6/2022) dari hasil studi temuan baru yang dilaporkan dalam Friday in Nature, mendapati bahwa orang-orang yang terinfeksi dengan versi paling awal varian Omicron kemungkinan rentan terinfeksi kembali varian Omicron terbaru, BA.2.12.1, BA.4 dan BA.5, meski sudah mendapatkan dosis vaksin primer lengkap dan juga dosis booster.

Para peneliti dari China melaporkan, orang yang terinfeksi Omicron BA.1 dan sudah divaksin mengembangkan antibodi yang bisa menetralkan virus tersebut bahkan dengan ditambah virus SARS-CoV-2 asli. Tetapi subvarian Omicron yang beredar sekarang ini, disebutkan memiliki mutasi yang membuat virus ini bisa menghindari antibodi yang ada.

(Foto: Freepik)

“Sublineage yang lebih baru itu, menghindari antibodi penetral yang ditimbulkan oleh infeksi dan vaksinasi SARS-CoV-2," catat para peneliti.

Varian Omicron BA.2.12.1, BA.4 dan BA.5, yang sekarang mendominasi angka kasus positif baru di banyak negara, disebutkan mempunyai mutasi yang tidak ada pada varian Omicron versi BA.1 dan BA.2.

Para peneliti memperingatkan, vaksin booster berdasarkan virus Omicron BA.1 contohnya seperti yang dikembangkan oleh Pfizer/BioNTech dan Moderna, disebut tidak mempunyai perlindungan spektrum yang luas terhadap varian Omicron yang baru.

 BACA JUGA:Infeksi Varian BA. 4 dan BA.5 Tak Separah Delta dan Omicron

1
2