Share

Girls! Ini Rekomendasi Dokter Ahli untuk Merawat Miss V dengan Tepat

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 19 Juni 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

MERAWAT area kewanitaan sangat penting dilakukan setiap perempuan, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kelamin. Sebab, Miss V yang bersih tidak hanya membuat diri sendiri sehat dan nyaman, tetapi juga menurunkan gangguan kesehatan di area kewanitaan.

Perawatan Miss V juga tidak asal dirawat, tapi harus dirawat dengan cara yang tepat. Merawat Miss V dengan cara yang tepat, sebetulnya tidak terlalu rumit. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr Amelia Soebyanto, SpDV, mengungkap cara-cara sederhana dalam merawat Miss V.

Dia mengatakan, untuk menjaga Miss V tetap bersih, ternyata tidak memerlukan sabun atau cairan khusus loh! Air biasa pun sudah cukup.

“Hal yang penting itu rutin membersihkan (Miss V) dengan air yang mengalir,” kata dr Amelia dalam webinar beberapa waktu lalu.

Selain membersihkan dengan air mengalir, ia mengingatkan agar membersihkan Miss V dengan arah yang benar.

“Kalau membersihkan (cebok) itu dari depan ke belakang, dan tidak perlu pakai pembersih khusus atau sabun,” lanjutnya.

BACA JUGA:7 Manfaat Daun Sirih untuk Miss V, Nomor 2 Bisa Kencangkan Otot Kewanitaan

Mengingat vagina memiliki tingkat keasaman yang khas, penggunaan sabun dan pembersih khusus yang terlalu sering dikhawatirkan dapat merusak pH alami Miss V. Padahal, pH alami Miss V inilah yang bekerja untuk bisa menurunkan risiko infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau jamur.

Dengan pH-nya cukup, maka jamur dan bakteri itu enggan untuk menempel. Maka, sebaiknya cukup bersihkan vagina menggunakan air mengalir.

“Jika mau pakai pembersih atau sabun, mungkin cukup satu minggu sekali,” lanjut dr. Amelia lagi.

Bila ingin menggunakan sabun atau pembersih, disarankan juga memakai yang formulanya mild atau lembut agar tidak terlalu abrasif untuk kulit Miss V yang sensitif.

Tidak hanya sampai di situ, yang tak kalah penting dalam merawat Miss V ialah juga soal pemilihan celana dalam. Setiap perempuan harus memerhatikan bahan dari celana dalam itu sendiri, hindari pemakaian celana dalam dari bahan yang tidak menyerap keringat.

Dokter Amelia merekomendasikan celana dalam yang terbuat dari bahan katun, karena sifatnya yang bisa menyerap basah.

“Pilihlah celana dalam berbahan katun, karena itu bisa menyerap keringat. Jangan menggunakan bahan-bahan yang tidak bisa menyerap keringat, karena kalau basah atau lembab, bisa menjadi infeksi jamur. Kemudian juga pilih ukurannya yang pas, jangan terlalu sempit atau ketat,” tegasnya.

1
3