Share

Dokter Ungkap Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Bisa Terjadi Lebih Cepat, Ini Penyebabnya

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 18 Juni 2022 10:03 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi gejala hepatitis akut berat. (Foto: Shutterstock)

TERUNGKAP bahwa perburukan gejala hepatitis akut berat bisa terjadi lebih cepat. Diketahui penyakit ini belakangan menyerang anak-anak di bawah usia 16 tahun. Demikian diungkapkan dokter spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Meida Tanukusumah Sp.A.

Ia menerangkan, perjalanan penyakit hepatitis akut biasanya ada empat fase. Dimulai fase replikasi virus yaitu masuknya virus ke tubuh tapi belum menimbulkan gejala. Lalu fase gejala awal (prodromal), fase gejala lanjutan atau fase ikterik, dan fase penyembuhan. Namun pada hepatitis akut berat, perjalanannya menjadi lebih cepat.

Baca juga: Kabar Baik! FDA Izinkan Penggunaan Vaksin Moderna dan Pfizer untuk Bayi 6 Bulan 

"Pada hepatitis akut berat misterius, begitu virus masuk langsung menunjukkan gejala awal, kemudian lanjut lagi ke gejala lanjutan menjadi hepatitis fulminan. Kita harus waspada karena perburukannya cepat," kata dr Meida Tanukusumah Sp.A dalam sebuah webinar, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/6/2022).

Adapun gejala awal hepatitis akut berat, kata dr Meida, di antaranya mual, muntah, diare, dan demam. Sedangkan gejala lanjutan berupa warna mata dan kulit menguning, urine berwarna pekat seperti teh, tinja berwarna putih pucat, gangguan pembekuan darah, kejang, bahkan penurunan kesadaran.

Hepatitis sendiri diketahui sebagai peradangan pada hati. Penyebab penyakit tersebut antara lain karena infeksi virus hepatitis A,B,C,D,E, infeksi non virus seperti bakteri, atau kondisi lain seperti racun, gangguan aliran darah ke hati, hingga trauma abdomen.

Baca juga: Hepatitis Misterius Masih Ada, Ini Tips Dokter agar Anak Terhindar dari Infeksi Virus 

Akan tetapi, imbuh dr Meida, penyebab hepatitis akut berat masih belum diketahui secara pasti dan masih dilakukan penelitian. Namun, ada hipotesis bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh adenovirus-41.

"Tapi ini baru hipotesis. Jadi masih diperlukan serangkaian proses ilmiah, perlu waktu penelitian yang banyak dan tentu biaya. Jadi belum diketahui penyebabnya," jelasnya.

Meski demikian, dr Meida mengimbau para orangtua untuk tidak panik dan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan 6M guna mencegah penularan hepatitis akut berat pada anak.

PHBS meliputi cuci tangan dengan benar, minum air dan makan makanan yang bersih dan matang, buang tinja atau popok pada tempatnya, tidak menggunakan makan bersama orang lain, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Baca juga: Stroberi Diduga Penyebab Wabah Hepatitis A, BPOM AS Ungkap Alasannya 

Sedangkan 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, menjaga jarak, dan menghindari makanan bersama.

"Penularannya ini melalui saluran cerna dari makanan. Makanya, harus makan makanan yang matang. Selain itu, juga melalui kontak erat dengan yang sakit hepatitis," pungkas dr Meida.

1
2