Share

5 Penyebab Buang Air Besar Berlendir, Waspada Bisa Jadi Gejala Kanker!

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 10:30 WIB
$detail['images_title']
5 Penyebab Buang Air Besar Berlendir (Foto: Healthline)

5 PENYEBAB buang air besar berlendir akan dibahas dalam artikel ini. Lendir memang biasa ditemukan di berbagai area tubuh manusia, umumnya yang paling terlihat adalah di mulut, hidup dan kemaluan.

Namun lendir juga bisa muncul saat buang air besar (BAB), hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri terhadap kesehatan. Sebenarnya lendir saat BAB itu memiliki sejumlah manfaat, di antaranya sebagai pelumas, menangkap dan mengeluarkan bakteri, virus, jamur, melindungi saluran pencernaan hingga membantu makanan dan feses agar dapat melewati usus dengan lancar.

Namun jika lendir saat BAB dirasa berlebihan, ternyata ini ada kaitannya dengan kesehatan. Berikut di antaranya seperti dihimpun dari berbagai sumber,

1. Irritable Bowel Syndrome

5 Penyebab Buang Air Besar Berlendir

(5 Penyebab Buang Air Besar Berlendir, Foto: Healthline)

Irritable bowel syndrome (IBS) merupakan penyakit yang menyerang usus dalam waktu yang cukup lama, serta bisa kambuh kapan saja. Penyebab penyakit ini memang belum diketahui secara pasti, tetapi diduga karena adanya kelainan saraf usus atau usus yang terlalu sensitif.

IBS dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut atau mulas, perut kembung, BAB menjadi lebih sering atau jarang dari biasanya, hingga tinja berlendir saat buang air besar.

BACA JUGA : Usai Makan Langsung BAB, Apakah Tidak Ada Masalah?

2. Kanker Usus Besar

Selanjutnya akibat saat BAB mengeluarkan banyak lendir, yaitu dikhawatirkan karena kanker usus besar. Di mana umumnya memiliki gejala buang air besar berdarah, nyeri perut, dan penurunan berat badan.

Selain itu, tinja yang dikeluarkan oleh penderita penyakit ini juga biasanya mengalami perubahan bentuk, warna, dan berlendir.

BACA JUGA : Sering BAB Berdarah, Cek Dulu Yuk! Wasir atau Kanker Usus?

3. Radang Usus

Lendir saat BAB juga menyebabkan penyakit radang usus, seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, bisa menyebabkan BAB berlendir dalam jumlah yang banyak.

Penyakit kolitis ulseratif bisa menimbulkan luka di dinding usus besar, hingga menyebabkan tinja bercampur darah. Sementara penyakit Crohn, menyebabkan terjadinya peradangan yang lebih luas pada dinding saluran cerna, termasuk di mulut dan anus.

4. Malabsorbsi Makanan

Malabsorbsi makanan, yaitu masalah pencernaan di mana saluran cerna tidak dapat menyerap nutrisi dan cairan dari makanan atau minuman yang Anda konsumsi.

Kemudian gejala gangguan ini dapat berupa penurunan berat badan, kulit kering dan kemerahan, serta buang air besar berlendir dan tinja bertekstur lengket.

5. Infeksi

Saat BAB dan menghasilkan lendir yang terlalu banyak, bisa disebabkan karena infeksi virus, bakteri, atau parasit. Sehingga menyebabkan keracunan makanan bisa membuat Anda mengalami diare.

Infeksi pada saluran cerna ini dapat membuat usus meradang, sehingga lendir akan meningkat jumlahnya ketika buang air besar.

1
2