Share

Momen Nabila Berbicara di Depan Peti Jenazah Eril Disorot, Psikolog: Setiap Orang Punya Waktu & Ruang Sendiri untuk Lewati Masa Duka

Syifa Fauziah, Jurnalis · Kamis 16 Juni 2022 16:32 WIB
$detail['images_title']
Potret kenangan Eril dan Nabila Ishma (Foto: @nabilaishma/Instagram)

VIDEO kekasih Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril, Nabila Ishma ramai diperbincangkan. Video itu menunjukkan momen Nabila terlihat duduk bersimpuh di depan peti jenazah putra Ridwan Kamil saat disemayamkan di Gedung Pakuan pada Senin (13/6/2022) kemarin.

Meski menggunakan masker, terlihat kesedihan yang begitu mendalam dirasakan oleh Nabila. Dikutip dari akun TikTok @queenvy, Nabila terlihat berbicara dengan peti jenazah Eril. Momen itu tentu saja membuat banyak orang ikut merasakan kesedihannya

Nabila Ishma

Menurut Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim hal itu sangat wajar ketika seseorang sedih saat ditinggalkan untuk selama-lamanya oleh orang terdekatnya.

“Tiap orang punya waktu dan ruang sendiri untuk melewati masa dukanya. Jadi biarkan saja mereka seperti itu,” ucap wanita yang akrab disapa Bunda Romi itu saat dihubungi MNC Portal melalui sambungan telepon, Kamis (16/6/2022).

BACA JUGA : Kisah di Balik Sepatu Eril dari Spanyol, Ridwan Kamil Bingung Ukurannya Berbeda, Ternyata..

BACA JUGA : Biodata dan Agama Nabila Ishma, Kekasih Eril yang Miliki Segudang Prestasi Internasional

Bunda Romi menjelaskan setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda untuk menerima dan kemudian cepat ikhlas. Tidak bisa dipaksakan dan membutuhkan waktu untuk keluar dari masa dukanya.

“Kalau kita pikir, tuh orang ngomong sendiri sama jenazah, tapi sebenarnya itu sebagai bentuk untuk mengekspresikan kesedihannya. Terus kemudian dia perlu waktu dan ruang untuk mengekspresikan cara itu,” tuturnya.

Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak meminta orang yang sedang berduka untuk cepat menghilangkan kesedihannya. Sebab kita tidak pernah tahu apa yang dirasakan orang tersebut.

“Jangan samakan posisi kita sama orang yang sedang berduka. Kita bisa cepat lupa karena kita nggak kenal dekat dengan almarhum. Nah mungkin dia (Nabila) mengenal dekat dan ada hal-hal tertentu yang nggak bisa langsung dilepaskan dan itu perlu waktu,” bebernya.

Menurutnya masa duka itu akan hilang seiring waktu. Sebaiknya masyarakat cukup memberi support saja.

“Ketika logika jernihnya sudah ada, pasti dia akan melewati masa sulit itu,” tutup Bunda Romi.

1
2