Share

Selain Bikin Organ Hati Kelebihan Beban, Ini 5 Bahaya Sering Minum Minuman Soda

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Minuman soda (Foto: Freepik)

PEDANGDUT Ayu Ting Ting diketahui sempat jatuh sakit saat melakukan ibadah umrah di Tanah Suci.

Ia jatuh sakit sesaat setelah mengonsumsi minuman soda, yang ia minum untuk menghilangkan rasa haus akibat suhu cuaca yang terlalu panas.

“Nyampe kan haus banget. Saya inget, saya minum soda sambil makan sama Bilqis. Haus saja, tba-tiba dari situ sakit," jelas Ayu Ting Ting, dikutip dari kanal YouTube MOP Channel, Kamis (16/6/2022).

Jatuh sakit, Ayu diketahui tidak hanya mengalami sakit kepala. Tapi bahkan juga sempat mengalami muntah dan vertigo.

Nah, berkaca dari pengalaman Ayu Ting Ting, sebetulnya apa saja bahaya bagi kesehatan jika terlalu sering minum minuman soda? Merangkum Healthline dan Medical News Today, Kamis (16/6/2022) berikut paparan lima bahaya kesehatan akibat terlalu sering minum minuman soda.

1. Tambah berat badan: Harvard Health menyebutkan soda memicu terjadinya penambahan berat badan. Minuman soda tidak membuat seseorang merasa kenyang, dengan cara yang sama seperti jika mengonsumsi jumlah kalori yang sama dari makanan padat. Akhirnya, bisa membuat kita terus-terusan makan meski sudah mengonsumsi minuman berkalori tinggi. Selain itu, minuman manis juga bisa meningkatkan nafsu makan kita untuk menyantap makanan lain yang tinggi kalori.

2. Kerusakan gigi: Ya, minuman soda bisa jadi faktor gigi rusak loh! Menurut National Health Service (NHS) Inggris, minuman manis seperti soda salah satunya, adalah penyebab utama kerusakan gigi. Ini terjadi karena, ketika bakteri di mulut memecah gula, kemudian menghasilkan asam. Asam ini lah yang bisa melarutkan permukaan gigi.

3. Lemak di hati: Gula yang terkandung pada minuman soda terdiri dari dua molekul - glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang kira-kira sama. Jika glukosa bisa dimetabolisme oleh setiap sel dalam tubuh, fruktosa hanya dapat dimetabolisme oleh satu organ yakni hati. Minuman manis seperti soda akhirnya membuat fruktosa masuk ke tubuh dalam jumlah berlebihan, alhasil organ hati menjadi kelebihan beban dan mengubah fruktosa menjadi lemak.

4. Resistensi insulin: Hormon insulin bekerja mendorong glukosa dari aliran darah ke sel-sel dalam tubuh. Namun ketika minum soda yang manis, sel-sel ini bisa jadi kurang sensitif atau resisten terhadap efek insulin. Ketika ini terjadi, pankreas akhirnya harus membuat lebih banyak insulin untuk mengeluarkan glukosa dari aliran darah, sehingga kadar insulin dalam darah pun melonjak. Resistensi insulin inilah yang jadi kontributor terbesar di balik sindrom metabolik, pemicu diabetes tipe 2 dan penyakit jantung

5. Meningkatkan risiko kanker: Penyakit satu ini biasanya terkoneksi dengan penyakit kronis lainnya, misalnya obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Tak heran memang minuman manis, sering dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker. Dari studi yang melibatkan sekitar 60.000 orang dewasa menemukan bahwa orang yang minum 2 atau lebih minuman soda manis per minggu, punya peluang 87 persen lebih mungkin terkena kanker pankreas daripada orang yang tidak minum soda.

BACA JUGA:Viral Challenge Tahan Sendawa saat Minum Soda, Berbahayakah untuk Kesehatan?

BACA JUGA: Jangan Kebanyakan Minum Soda saat Lebaran, Ini Bahayanya!

1
2