Share

4 Penyebab Mr P Terasa Nyeri saat Ereksi, Jangan Terlambat Periksa ke Dokter!

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2022 23:45 WIB
$detail['images_title']
Mr P nyeri (Foto Ilustrasi: Boldsky)

PERNAHKAH Anda merasa penis atau Mr P nyeri saat ereksi? Selain bikin tidak nyaman, Mr P nyeri saat ereksi pada akhirnya menimbulkan rasa cemas.

Lantas apa penyebab Mr P nyeri? Simak penjelasan dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid yang dikutip dari Klikdokter.

Ereksi merupakan proses kompleks yang menandai adanya hasrat seksual pada pria. Ereksi dimulai ketika seorang pria melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang dianggap menggairahkan. Saat itu saraf akan “mengirimkan pesan” kepada pembuluh darah untuk mengumpulkan sejumlah darah di Mr P, sehingga terjadilah ereksi. Proses ereksi hingga ejakulasi seharusnya menjadi hal yang memuaskan bagi pria. Namun, apa jadinya bila Mr P nyeri saat ereksi?

Mr P nyeri saat ereksi jelas bukan hal yang normal, melainkan merupakan tanda dari penyakit tertentu. Kondisi ini bukan saja menyebabkan pria sulit mendapatkan kepuasan seksual, tetapi juga tak jarang menyebabkan penderitanya depresi. Oleh karena itu, adanya keluhan Mr P nyeri saat ereksi tak dapat disepelekan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab Mr P nyeri saat ereksi.

1. Penyakit Peyronie

mr p

Penyakit Peyronie merupakan kelainan Mr P yang disebabkan oleh adanya jaringan parut di dalam Mr P. Dalam keadaan normal, jaringan parut sama sekali tidak ada di dalam Mr P. Kondisi ini menyebabkan Mr P terlihat lebih pendek, bengkok, dan nyeri saat ereksi. Adanya jaringan parut tersebut mengganggu elastisitas Mr P. Saat ereksi, harusnya Mr P menjadi lebih panjang dan tegang. Namun, kondisi ini sulit terjadi pada penderita penyakit Peyronie karena adanya tahanan dari jaringan parut.

Penyakit Peyronie lebih rentan dialami oleh orang-orang yang sudah pernah mengalami cedera atau infeksi di Mr Pnya. Bila mengalami penyakit ini, Anda harus berkonsultasi dengan dokter ahli urologi. Pengobatan penyakit Peyronie bisa dengan orat-obatan, traksi, atau dengan operasi.

BACA JUGA : 8 Penyebab Mr P Mati Rasa yang Bikin Tidak Nyaman

BACA JUGA : Ketika Mr P Mati Rasa, Coba Lakukan Ini!

2. Mr P patah

Mr P patah, atau secara medis disebut sebagai fraktur Mr P, sebenarnya adalah istilah yang salah kaprah. Istilah parah atau fraktur sebenarnya digunakan untuk tulang, sementara Mr P sendiri tak memiliki tulang.

Pada saat ereksi, Mr P akan memanjang dan keras seperti tulang. Bila timbul cedera saat ereksi, jaringan di dalam Mr P bisa mengalami robekan. Mr P akan terlihat bengkok dan bengkak seperti terong. Kondisi inilah yang disebut Mr P patah. Dari semua kejadian Mr P patah, sebagian besar penyebabnya adalah hubungan seksual yang terlalu “keras”.

Kondisi Mr P patah merupakan kegawatan yang harus ditangani segera. Oleh karena itu, bila hal ini terjadi pada Anda, segera bungkus Mr P dengan kompres es, lalu segera ke rumah sakit. Sebagian kasus Mr P patah membutuhkan tindakan operasi oleh dokter ahli urologi.

3. Priapismus

Priapismus terjadi saat Mr P mengalami ereksi secara spontan tanpa adanya rangsangan seksual apa pun, dan tanpa adanya keinginan ereksi dari penderitanya. Pada penyakit priapismus, ereksi biasanya terjadi selama lebih dari empat jam. Ereksi yang berkepanjangan ini menyebabkan penderitanya kesakitan.

Sebagian besar kasus priapismus tidak jelas penyebabnya. Namun, beberapa kasus dicetuskan oleh kebiasaan minum alkohol dan efek samping beberapa jenis obat. Priapismus merupakan kondisi darurat yang butuh penanganan segera. Jika dibiarkan terlalu lama, dapat terjadi kerusakan sel-sel di Mr P. Pengobatan priapismus biasanya dilakukan dengan menyedot sebagian darah di dalam Mr P dengan jarum suntik.

4. Balanitis

Balanitis adalah infeksi yang terjadi pada kepala Mr P (glans Mr P). Kondisi ini paling sering disebabkan karena infeksi bakteri dan jamur.

Pada balanitis, Mr P tak hanya nyeri saat ereksi saja, melainkan juga nyeri dalam keadaan normal. Selain itu, nyeri juga dirasakan saat penderitanya buang air kecil. Kepala Mr P juga akan terlihat lebih bengkak dan memerah.

Balanitis harus diobati dengan antibiotik. Selain itu, untuk mencegahnya berulang, penderita balanitis harus menjaga kebersihan Mr Pnya dengan baik. Kotoran yang terletak di antara kepala dan batang Mr P (disebut dengan smegma) harus dibersihkan setiap mandi.

Sebagian besar keluhan Mr P nyeri saat ereksi harus ditangani dengan segera. Segeralah ke dokter bila Anda merasakan adanya keluhan-keluhan seperti yang dijabarkan di atas.

1
2