Share

Menkes Prediksi Puncak Gelombang BA.4 dan BA.5 Akan Terjadi Minggu Ke-3 Juli

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 18:50 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)

VARIAN Covid-19 BA.4 dan BA.5 memang menjadi momok baru menggantikan Omicron. Virus tersebut disebut lebih menular dan mampu mengelabuhi sistem kekebalan tubuh (escape imunity).

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengimbau masyarakat segera vaksin booster. Pasalnya, vaksin memang terbukti paling ampuh untuk mencegah keparahan ketika seseorang terpapar Covid-19.

"Jadi arahan beliau (Presiden Jokowi) adalah pertama, vaksinasi booster tingkatkan terus. semua negara sudah siap memasuki gelombang selanjutnya," ujar Menkes Budi, Senin (13/6/2022).

"Berdasarkan pantauan kami umumnya puncak varian BA.4 dan BA.5 itu satu bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi sekitar minggu ketiga Juli kita akan lihat puncak kasus BA.4 dan BA.5 ini," jelas Menkes Budi

Mengingat manfaat vaksinasi Covid-19 adalah memberikan sistem kekebalan (antibodi), maka masyarakat diminta untuk melakukan vaksin ketiga atau booster. Dengan demikian, maka mereka akan mendapat antibodi 6 bulan ke depan, hingga Febuari atau Maret tahun depan.

"Kalau memang benar-benar masyarakatnya siap termasuk booster yang baik kemungkinan besar puncaknya tidak terlalu tinggi. Ditambah dengan adanya booster ini, tahan imunitas akan bertahan 6 bulan lagi sampai bertahan Febuari, Maret tahun depan," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengatakan kondisi Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain di dunia. Tentunya berdasarkan indikator transmisi dari WHO, Indonesia masih di bawahnya. "Masih relatif baik dibandingkan negara lain, karena seluruh indikator transmisinya who kita (dibawah)," katanya.

Sekadar informasi, indikator transmisi yang ditentukan WHO, antara lain;

1.Level 1 maksimal 20 kasus perminggu/1.000 Penduduk

2.Positivity rate 5% (Indonesia saat ini 1,36%)

3.Reproduction Rate di atas 1% (Indonesia masih diangka 1)

1
2