Share

Tak Sunat Bisa Sebabkan Kanker hingga HIV Loh

Syifa Fauziah, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 17:52 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Sunat. (Foto: Shutterstock)

SUNAT memang lazim dilakukan oleh anak laki-laki ketika mereka akan memasuki balig. Tapi, dalam beberapa kasus sunat sudah dilakukan sejak bayi lantaran ada infeksi yang mengharuskan pemotongan kulit tersebut. Memang, ketika seseorang tidak disunat, maka banyak risiko yang akan dia alami.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr, Daeng Mohammad Faqih, SH, MH. Dokter Daeng menjelaskan penis yang belum disunat terdapat kulit kulup. Kulup itu cenderung menutupi saluran kencing bila tidak disunat. Banyak kotoran yang menempel di dalam kulup itu.

“Bila tidak disunat akan mengalami infeksi besar atau risiko yang lebih berat lagi sampai kepada kanker,” ucap Dokter Daeng saat ditemui dalam acara konferensi pers Pengenalan Teknologi dr.M Optical Maser Hanya Dalam Waktu 3 Menit di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Selain itu, masalah lain yang dialami adalah terjadi perlekatan antara bagian kulit kulup dengan kepala penis, sehingga lubang penis menjadi tertutup. “Jadi kulup itu harus dibuang dengan cara disunat. Sunat kalau dari segi kesehatan lebih sehat dari orang yg tidak sunat,” tambahnya.

Sunat

Hal senada juga disampaikan oleh Founder Klinik Rumah Sunat, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, bahwa banyak sekali masalah kesehatan yang ditimbulkan bila tidak sunat.

Dokter Mahdian memaparkan kotoran yang ada pada kulup itu bisa berisiko kanker. Kanker tersebut justru dialami oleh wanita ketika berhubungan seksual dengan laki-laki yang tidak disunat. “Penelitiannya menunjukan salah satu dampak penyebabnya karena adanya kotoran di lipatan kulit yang sulit dibersihkan,” tambahnya.

Masalah lain yang berisiko bagi laki-laki adalah HIV dan hepatitis. Hal itu karena kuman dan virus yang terdapat di kulup bisa menular lewat serum. Apalagi bila ada luka, akan sangat mudah terinfeksi. “Selain itu juga berpengaruh pada kualitas seksual. Laki-laki yang sudah disunat akan memiliki kualitas seksual yahg lebih baik,” tuturnya.

Terakhir, mereka akan terhindar dari masalah penyakit dan kejang pada anak. “Kejang dan demam yang dialami pada anak bisa juga disebabkan karena infeksi di saluran kencing. Karena banyak bakteri di dalam kulup itu,” tutup Dokter Mahdian.

(mrt)