Share

Jenazah Eril Ditemukan Utuh, Ini Loh Penjelasan Medisnya

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 12:24 WIB
$detail['images_title']
Emmeril Kahn Mumtadz (Foto: Instagram)

JENAZAH anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), akhirnya ditemukan setelah pencarian 2-3 minggu ini. Jenazah Eril berhasil ditemukan di Bendungan Engehalde, Sungai Aare.

Ridwan Kamil pun menyebut, walau sudah lewat 14 hari, jasadnya anaknya tersebut masih utuh lengkap tidak kurang satu apapun. Padahal, secara umum tubuh akan membusuk 48 jam setelah kematian.

"Wajah rapih menengok ke kanan dan saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti daun eucalyptus. Sungguh mukjizat kecil yang sangat kami syukuri," tulis Ridwan Kamil di Media Sosialnya.

Terlepas dari itu, kenapa jenazah Eril masih bisa utuh dan lengkap meskipun sudah lama meninggal? Melansir situs The National Center for Biotechnology Information, korban tenggelam memang salah satu korban yang sulit diidentifikasi waktu kematiannya.

Biasanya, korban tenggelam sering memiliki cairan di rongga pleura pada otopsi postmortem atau pemeriksaan organ dalam. Dibandingkan dengan tubuh yang tidak terdekomposisi yang diambil dari air, tubuh yang telah mengalami dekomposisi dan diambil dari air ditemukan memiliki peningkatan akumulasi cairan pleura, dan lebih sering memiliki kotoran dan vegetasi di saluran pernapasan bagian bawah.

Dalam kebanyakan kasus, suhu air akan lebih dingin daripada suhu udara sekitar. Temperatur yang lebih dingin umumnya memperlambat proses dekomposisi. Pengecualian termasuk bak air panas dan perairan tropis.

Sebelumnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad, mengatakan suhu air di Sungai Aare, Swiss, mencapai 16 derajat celsius dan arusnya cukup kuat saat Eril hilang di sana.

"Arus terutama memiliki efek mekanis pada tubuh di air. Tubuh itu sendiri mungkin terseret ke kejauhan, menciptakan tanda yang bisa disalahartikan sebagai cedera. Sisa-sisa atau pakaian juga dapat tersangkut di bebatuan, cabang, dan benda lain di dalam air, menciptakan tanda yang memerlukan interpretasi yang tepat," demikian seperti dilansir dari situs NCBI.

Arus kuat tidak hanya akan membawa jenazah hilang pada jarak sedang tapi juga bisa sangat jauh. Selain itu, ada benda lain di dalam air dapat tersangkut arus dan bersentuhan dengan jenazah dengan cara yang sama. "Di laut atau sungai yang mengalir deras, tubuh dapat membentur batu atau semak yang menyebabkan lecet dan luka postmortem," tambah keterangan tersebut.

"Suhu dan arus air akan mempengaruhi laju pendinginan suatu benda dalam lingkungan cair. Suhu inti tubuh pada saat pemulihan pun kurang membantu dalam menentukan interval postmortem ketika tubuh diangkat dari air," tulis NCBI.

1
2