Share

Ngeri! Jumlah Bakteri dalam 1 Spons Cuci Piring Lebih Banyak dari Orang di Bumi, Stop Kebiasaan Ini

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 09 Juni 2022 13:00 WIB
$detail['images_title']
Jumlah bakteri dalam satu spons lebih banyak dari orang di Bumi (Foto: Timesofindia)

KEBIASAAN mencuci piring dengan spons sepertinya harus diubah. Sebab, penelitian terbaru menunjukkan bahwa spons cuci piring mengandung banyak bakteri.

Temuan tersebut mengartikan bahwa mencuci piring dengan spons malah menempelkan bakteri ke piring atau alat makan Anda. Bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Salmonella.

"Bakteri dalam satu spons cuci piring jumlahnya bisa lebih banyak dari seluruh orang di muka bumi," ujar seorang ilmuwan di penelitian makanan Norwegia, dikutip MNC Portal dari Newser, Kamis (9/6/2022).

Spons Cuci Piring

"Salmonella dan bakteri lain tumbuh dan bertahan lama di spons daripada di sikat dapur. Kenapa begitu? Alasannya, karena spons dalam penggunaannya tidak pernah kering," tambah Møretr.

Meski terkandung banyak bakteri, Møretr menegaskan bahwa bakteri yang ada di spons tidak semuanya berbahaya. Tapi, karena adanya bakteri Salmonella di sana, ketika bakteri ini mengkontaminasi tubuh lewat alat makan atau tangan, itu bisa sebabkan penyakit.

BACA JUGA : Berteman Baik dengan Manusia, Ini 10 Bakteri yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Møretr coba menjelaskan juga bagaimana bakteri malah bertahan hidup lebih lama di spons. Bukan hanya karena selalu basah, tapi spons itu biasanya menyimpan bekas makanan dan itu adalah sumber makanan bagi bakteri.

BACA JUGA : Viral Kaki Remaja Diamputasi Akibat Konsumsi Makanan Sisa, Kok Bisa?

Karena temuan ini, Departemen Pertanian Amerika Serikat menyerukan agar sering mengganti spons. Karena sudah menjadi kebiasaan spons tidak diganti dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Selain itu, memisahkan penggunaan spons berdasarkan jenis alat makan juga bisa jadi solusi lain yang dapat dicoba. Memang sudah menjadi kebiasan di rumah menggunakan satu spons cuci piring untuk semua alat makan, tapi ini harus diubah. 

Di sisi lain, profesor mikrobiologi di Inggris mengatakan bahwa penelitian ini tidak menemukan banyak bahaya pada spons, jadi bagi masyarakat tidak perlu terlalu khawatir.

(hel)