Share

Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Benda Mati, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 08 Juni 2022 11:29 WIB
$detail['images_title']
Peneliti belum pastikan virus cacar monyet bisa menular lewat benda mati (Foto: Shutterstock)

ADA anggapan beredar bahwa cacar monyet bisa menyebar lewat benda mati, seperti halnya Covid-19. Benarkah cacar monyet bisa menyebar lewat benda mati?

Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Anak dr Irma Rezky Ratu, Sp.A(K), menjawab bahwa karena kasusnya belum ada di Indonesia, sehingga belum ada kepastian ilmu terkait hal tersebut.

"Apakah cacar monyet bisa menular lewat benda mati? Kami belum bisa menjawab pertanyaan tersebut karena kasusnya belum ada. Intinya, penularan yang paling signifikan dari cacar monyet adalah kontak manusia dengan lesi ataupun cairan lesinya," papar dr Irma di sesi Instagram Libe Ikatan Dokter Anak Indonesia, kemarin, (7/6/2022).

Cacar Monyet

Di sisi lain, Ahli Infeksi dan Penyakit Tropis Anak dr I Made Gede Dwi Lingga Utama, Sp.A(K) menerangkan bahwa pada dasarnya virus memang bisa hidup di benda mati, tapi ada tenggat waktunya untuk dia bisa bertahan hidup.

BACA JUGA : Dokter Peringatkan Cacar Monyet Memang Mematikan dan Sebabkan Cacat Permanen!

Sama dengan virus Covid-19, dia diketahui bisa hidup di benda mati dalam waktu tertentu. Nah, pada kasus virus cacar monyet, hingga saat ini belum ada penelitian khusus terkait hal tersebut.

BACA JUGA : WHO Sebut Cacar Monyet Tantangan Berat, Ini Alasannya

"Pada prinsipnya, cacar monyet bisa menular lewat benda mati asalkan virusnya masih hidup. Berapa lamanya virus bertahan di baju atau tempat keras seperti meja, kami tidak bisa mengira-ngira karena memang belum ada penelitiannya," terang dr Dwi Lingga.

Ia menambahkan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui permasalahan ini. Sebab, itu akan menjadi penting sehingga orang yang sehat tidak tertular virus dari hanya memegang benda mati yang ternyata terkontaminasi virus.

"Kami selalu mengimbau kepada masyarakat, termasuk anak-anak untuk rutin cuci tangan. Ini protokol kesehatan yang sangat penting saat ini dan mendasar sebetulnya. Jika tangan dipastikan bersih, kemungkinan penyebaran virus pun semakin minim," tambah dr Dwi Lingga.

(hel)