Share

Jangan Tunda ke Dokter Gigi, Kalau Makin Parah Bayar Lebih Mahal Loh!

Antara, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 15:26 WIB
$detail['images_title']
Sakit gigi segera ke dokter (Foto: Depositphotos)

DOKTER Gigi Spesialis Prostodonsia drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros meminta masyarakat agar tidak menunda perawatan atau pengobatan gigi demi mencegah kondisi sakit gigi yang semakin parah. Sebab jika sakit gigi makin parah maka membuat proses pengobatan menjadi lebih kompleks bahkan biaya lebih mahal.

“Kalau sudah sakit giginya itu biasanya masalahnya sudah cukup kronis. Jadi, untuk pengobatannya atau perawatannya juga jadi lebih kompleks,” kata drg Andy.

 sakit gigi

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 oleh Kemenkes, sebanyak 94,9 persen masyarakat perkotaan tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir.

Masih menurut Riskesdas, dari 57 persen masyarakat yang mengalami permasalahan gigi dan mulut, hanya 10,2 persen yang berkunjung ke dokter gigi.

Padahal, kata drg Andy, langkah pencegahan masalah gigi dan mulut yang sederhana bisa dilakukan sejak awal. Pencegahan tersebut antara lain menyikat gigi secara rutin dua kali sehari dengan cara yang baik dan benar, serta ditambah dengan kontrol rutin atau dental check up setiap enam bulan sekali walaupun tidak ada keluhan.

“Minimal (rutin datang ke dokter gigi) untuk dilakukan pembersihan karang gigi. Itu sebetulnya sudah suatu langkah pencegahan yang sangat baik,” katanya.

Menurut pengalaman drg Andy, setidaknya terdapat dua tipe pasien, yaitu pasien yang memang rajin berkunjung ke dokter gigi walau tidak mengalami masalah pada kesehatan gigi dan mulut serta pasien yang datang ke dokter gigi dalam keadaan sudah sakit.

 BACA JUGA:Sakit Gigi Menyerang di Malam Hari? Coba Redakan dengan 5 Bahan Alami Ini

drg Andy menjelaskan, tipe pasien pertama biasanya lebih memiliki kesadaran (aware) terhadap kesehatan gigi dan mulut sehingga ia juga menekankan pentingnya agar masyarakat dapat menjadi tipe pasien pertama itu.

Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang merasa lebih baik datang ke dokter gigi ketika sudah sakit karena beranggapan dapat mengeluarkan biaya yang murah daripada harus rutin kontrol.

Justru sebaliknya, kata dia, biaya untuk pengobatan dan perawatan menjadi lebih mahal jika pasien sudah mengalami permasalahan gigi dan mulut.

“Justru nanti kalau datangnya sudah sakit gigi, maka biayanya lebih tinggi, perawatannya lebih kompleks, kunjungannya lebih banyak, dan ada kemungkinan nanti giginya yang sakit ini–karena kerusakan sudah cukup berat–harus dilakukan pencabutan,” katanya.

1
2