Share

Jangan Lengah, Ini Pentingnya Asam Amino untuk Tumbuh Kembang Anak

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 17:29 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Minum Susu. (Foto: Shutterstock)

MENGONSUMSI susu memang memiliki banyak manfaat seperti protein tinggi. Oleh karena itu, anak-anak pun disarankan untuk mengonsumsi susu selama fase tumbuh kembang mereka.

Guru Besar FKM UI Bidang Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH., menjelaskan protein terdiri atas senyawa kimia yang terdiri atas asam-asam amino yang fungsinya adalah membangun dan mengatur sel-sel tubuh.

"Tubuh memerlukan 20 jenis asam amino, dan 9 diantaranya adalah asam amino esensial yang didapat dari makanan. Makanan seperti apa? Protein hewani memiliki asam amino lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Susu adalah salah satu sumber protein hewani terbaik,” tutur Prof. Fikawati seperti dilansir dari Antara.

"Asam amino esensial yang lebih lengkap inilah yang akan mendukung kerja hormonal di dalam tubuh, termasuk hormon pertumbuhan," tambahnya.

Minum Susu

Artinya pada anak yang kekurangan asupan asam amino esensial maka tubuhnya akan mengalami kekurangan hormon pertumbuhan. Inilah kemudian yang menyebabkan terganggunya regenerasi sel sehingga tubuh tidak tumbuh dengan baik, bahkan juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.

"Akibatnya, massa otot tidak bertambah yang membuat anak susah berkembang atau bertumbuh. Lalu sering sakit karena sistem kekebalan tubuhnya lemah , juga dapat mengakibatkan stunting yang kemudian berpengaruh pada gangguan kognitif," jelas dia.

Adapun stunting, menurut dr. Kurniawan Satria Denta M.Sc. SpA., adalah hasil dari asupan gizi yang tidak adekuat dalam waktu lama atau kondisi status gizi buruk yang dibiarkan dalam waktu lama. "Kalau gizi buruk biasanya berat badannya tidak bertambah, tetapi jika sudah stunting tinggi badannya pun terpengaruh," kata dia.

Pada anak yang sudah mengalami stunting maka akan lebih sulit untuk dipulihkan daripada gangguan status gizi atau pertumbuhan lainnya. “Selain pendek, kerusakan akibat stunting sudah sampai ke otak. Dan hal sulit dipulihkan lagi!" kata dr. Kurniawan yang berpraktek di RS Mayapada, Jakarta tersebut.

(mrt)