Share

Viral Gadis Muda Ngaku Stroke Akibat Begadang, Benarkah Kurang Tidur Berbahaya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 16:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi susah tidur (Foto: Freepik)

Berkaca dari pengalamannya, ia mengimbau netizen lain tak mengikuti kebiasaan buruknya tersebut.

"Jadi kalau buat kalian yang suka begadang, stop sekarang. Jangan sampai ngalamin kayak aku," tambahnya memberi pesan.

Banyak netizen mengaku senasib dengan si perempuan, beberapa lainnya memberi semangat dan berharap agar tidak ada lagi yang menyepelekan begadang. Jika dilihat dari kacamata medis, apak kaitan begadang dengan terserang stroke?

Peneliti dari University of Liege dan University of Surrey melakukan studi menganalisis apa yang terjadi di dalam otak manusia ketika begadang. Para peneliti melibatkan 17 relawan pria dan 16 relawan perempuan berusia sekitar 21 tahun.

Dalam penelitian itu, para relawan dilarang tidur selama 42 jam. Hal ini untuk menentukan bagian otak mana yang terdampak. Selain itu, para relawan harus menjalani 12 kali pemindaian fungsional magnetic resonance imaging (fMRI). Selama pemeriksaan fMRI, relawan harus menjalani Psikomotor Vigilance Test (PVT) untuk mendeteksi respons mereka saat itu.

Setelah menjalani tantangan tidak tidur puluhan jam, relawan llau dipersilahkan tidur senyaman mungkin. Setelah pulih, relawan diminta untuk fMRI kembali sebanyak 13 kali. Data tersebut dibandingkan dengan hasil pemeriksaan saat begadang.

BACA JUGA:Hati-Hati, Aritmia Jantung Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga 5 Kali Lipat Loh

BACA JUGA:Kenali Gejala Heatstroke Akibat Cuaca Panas dan Pertolongan Pertamanya