Share

Viral Gadis Muda Ngaku Stroke Akibat Begadang, Benarkah Kurang Tidur Berbahaya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 Juni 2022 16:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi susah tidur (Foto: Freepik)

Beredar ramai di linimasa sosial media, pengakuan gadis muda yang mengklaim dirinya terkena stroke di usia baru kepala 2.

Video TikTok yang sudah mendapat lebih dari dari 8 juta kali penayangan tersebut, tengah ramai jadi perbincangan netizen. Pasalnya, perempuan muda itu menyebut dirinya terkena stroke akibat suka begadang.

"Guys dengerin, ini foto aku pas lagi ulang tahun dan di rumah sakit, posisi habis koma. Kenapa koma, karena di pembuluh darah otakku itu ada perdarahan jadi ada stroke. Kok bisa stroke, padahal masih muda, masih 20 tahun? Jawabannya adalah begadang," ujar akun @Olszalau tersebut.

Ia mengaku sering sekali begadang dengan alasan merasa lebih produktif saat malam hari. Makanya, waktu tidurnya lebih sering saat subuh atau bahkan siang hari.

"Dulu aku sering banget begadang. Subuh baru tidur atau bahkan besok siangnya. Aku tuh ngerasa kalau malam aku lebih produktif. Aku gitu terus semenjak pandemi sampai 2021 kemarin, sampai akhirnya aku drop, masuk ICU, koma," lanjutnya.

 

(Tangkapan layar akun Tiktok @Olszalau)

Berkaca dari pengalamannya, ia mengimbau netizen lain tak mengikuti kebiasaan buruknya tersebut.

"Jadi kalau buat kalian yang suka begadang, stop sekarang. Jangan sampai ngalamin kayak aku," tambahnya memberi pesan.

Banyak netizen mengaku senasib dengan si perempuan, beberapa lainnya memberi semangat dan berharap agar tidak ada lagi yang menyepelekan begadang. Jika dilihat dari kacamata medis, apak kaitan begadang dengan terserang stroke?

Peneliti dari University of Liege dan University of Surrey melakukan studi menganalisis apa yang terjadi di dalam otak manusia ketika begadang. Para peneliti melibatkan 17 relawan pria dan 16 relawan perempuan berusia sekitar 21 tahun.

Dalam penelitian itu, para relawan dilarang tidur selama 42 jam. Hal ini untuk menentukan bagian otak mana yang terdampak. Selain itu, para relawan harus menjalani 12 kali pemindaian fungsional magnetic resonance imaging (fMRI). Selama pemeriksaan fMRI, relawan harus menjalani Psikomotor Vigilance Test (PVT) untuk mendeteksi respons mereka saat itu.

Setelah menjalani tantangan tidak tidur puluhan jam, relawan llau dipersilahkan tidur senyaman mungkin. Setelah pulih, relawan diminta untuk fMRI kembali sebanyak 13 kali. Data tersebut dibandingkan dengan hasil pemeriksaan saat begadang.

BACA JUGA:Hati-Hati, Aritmia Jantung Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga 5 Kali Lipat Loh

BACA JUGA:Kenali Gejala Heatstroke Akibat Cuaca Panas dan Pertolongan Pertamanya

Hasilnya, begadang memang berbahaya untuk kesehatan tubuh. Efek yang paling nyata adalah pusing saat siang hari jika sebelumnya begadang.

Selain itu, jika di malam hari begadang, relawan terlihat mengalami cemas berlebih saat bangun tidur. Kurang tidur juga menyebabkan otak merespons lebih lambat dari biasanya, terutama di pagi hari.

Nah, setelah jam tidurnya diperbaiki kondisi kesehatan tubuh kembali normal lagi. Ini semakin menegaskan bahwa begadang benar-benar memberi dampak buruk bagi kesehatan tubuh dan mental.

Bahkan, Dokter Tirta menerangkan bahwa begadang bisa menyebabkan stroke. Melalui video yang ia unggah ke dalam akun Youtube pribadinya, menurutnya stroke bisa terjadi ketika kurang tidur akibat kantuk yang tidak dituntaskan dengan tidur.

"Jika terus menerus begadang, otak akan mengalami kematian jaringan," kata dr. Tirta, dikutip dari kanal Youtube Dokter Tirta, Senin (6/6/2022). 

Ketika sel otak mengalami kematian jaringan, tambah dr Tirta, yang akan terjadi adalah stroke. Makanya, itu kenapa begadang yang dilakukan secara terus menerus bisa menyebabkan stroke.

Selain sebabkan stroke, menurut dr.Tirta, kebiasaan begadang juga bisa sebabkan gagal ginjal hingga gagal jantung.

1
4