Share

Perokok Remaja di Indonesia Meningkat, Wamenkes: Ini karena Maraknya Iklan

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 12:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi perokok (Foto: Freepik)

JAKARTA (MPI)- Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengatakan angka prevalensi (tingkat kasus) perokok remaja di Indonesia mengalami peningkatan.

Berdasarkan hasil survei,  adanya penurunan dan peningkatan yang secara signifikan ini dikaitkan dengan tayangan promosi atau iklan. Dalam peningkatan keterpaparan iklan rokok di internet meningkat 10 kali lipat lebih dalam 10 tahun terakhir, dari 1,9 persen di tahun 2011 menjadi 21,4 persen pada 2021.

Tidak heran, kenaikan angka perokok remaja di Tanah Air, disebut Wamenkes Dante secara gamblang disebabkan karena maraknya tayangan iklan rokok di internet.

"Kenaikan ini karena iklan, kita sudah batasi iklan-iklan rokok, tapi masih ada iklan terselubung salah satunya di internet. Tapi kita akan terus perangi hal ini,” ungkap Wamenkes Dante dikutip laman resmi Kemenkes, Kamis (2/6/2022).

 BACA JUGA:Wamenkes Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik Sama dengan yang Konvensional

BACA JUGA:10 Cara Ampuh Berhenti Merokok agar Tak Lagi Kecanduan

Terkait penggunaan tembakau, Kementerian Kesehatan sudah merilis hasil survei global penggunaan tembakau pada usia dewasa (Global Adult Tobacco Survey), yang dilaksanakan tahun 2011 dan diulang pada tahun 2021 yang melibatkan sebanyak 9.156 responden.

Hasilnya? Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, ada peningkatan signifikan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang, dari 60,3 juta pada tahun 2011 menjadi 69,1 juta perokok di tahun 2021.

Dante menegaskan, mengentikan penggunaan rokok pada usia anak dan remaja, bukan hanya jadi pekerjaan rumah pemerintah.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk melakukan upaya-upaya penghentian merokok,” tegasnya.

1
2