Share

Kasus Covid-19 Semakin Terkendali, Haruskah PPKM Dicabut?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 11:38 WIB
$detail['images_title']
Perlukah PPKM dicabut (Foto: Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan melalui data Covid-19 terkini mengungkapkan bahwa Indonesia semakin aman. Itu tergambar dari angka konfirmasi yang tidak mengalami lonjakan sekalipun libur panjang, keterisian rumah sakit sangat sedikit, dan angka kematian rendah.

Semakin terkendalinya pandemi Covid-19 pun terlihat dari angka cakupan vaksinasi yang terus mengalami peningkatan. Ya, penerima vaksin dosis pertama sudah 96,19 persen, dosis kedua 80,43 persen, dan dosis ketiga 22.06 persen.

 PPKM

Dari data-data tersebut yang mengerucut bahwa Indonesia semakin aman dari Covid-19, apakah memungkinkan PPKM atau pengetatan di masyarakat dihilangkan? Apakah kebijakan protokol kesehatan masih diperlukan di situasi terkendali seperti sekarang?

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan, PPKM atau pengetatan di masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan status pandemi.

"Artinya, selama global masih berstatus pandemi, PPKM atau penerapan protokol kesehatan seperti 5M, 3T, dan vaksinasi, tidak bisa dicabut," tegas Dicky, Kamis (2/6/2022).

 BACA JUGA:PPKM Akan Dicabut Agustus 2022? Ini Kata Satgas Covid-19

Pandemi dan PPKM atau penerapan protokol kesehatan serta pengetatan di masyarakat adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

PPKM akan menjadi bagian dari masyarakat dunia dan ini bisa menentukan perbaikan kondisi dunia dari sebelumnya.

Bahkan, dengan tetap diberlakukannya protokol kesehatan, kata Dicky, itu bisa menekan semakin meluaskan wabah-wabah yang saat ini bermunculan.

Protokol kesehatan terbukti efektif mencegah pandemi dan itu artinya bisa juga untuk mencegah wabah lainnya. Makanya sebaiknya PPKM tidak usah dicabut.

1
2