Share

Mencegah Tertular Hepatitis Akut dari Saluran Pernapasan, Baca Caranya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 02 Juni 2022 11:19 WIB
$detail['images_title']
Masyarakat harus tetap pakai masker agar tak kena hepatitis akut (Foto: Therapy works)

KABAR kurang baik, sebanyak 8 warga Jakarta Barat diduga hepatitis akut. Namun memang status mereka masih pending classification, karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Selama ini penyakit hepatitis akut disebut menular lewat saluran cerna dan saluran pernapasan.

anak kena hepatitis akut

Lalu bagaimana cara mencegah hepatitis akut dari saluran pernapasan? 

Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, yang merupakan dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI menyarankan, guna mencegah terkena hepatitis akut, maka setiap orang harus tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas.

"Cara seperti ini sudah masyarakat lakukan untuk mencegah Covid-19, sehingga diharapkan tidak ada kesulitan dalam menjalankannya," ujar Prof Hanifah.

Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan hepatitis akut adalah pemahaman orangtua terhadap gejala awal penyakit itu sendiri.

Prof Hanifah menyebutkan, secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut, yaitu mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.

Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan feses berwarna putih pucat.

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

 BACA JUGA:8 Warga Jakarta Barat Diduga Hepatitis Akut, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi hepatitis sudah sangat berat. Jika terlambat mendapatkan penanganan medis, maka momentum dokter untuk menolong pasien sangat kecil.

"Bawalah anak Anda ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat dokter kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelamatkannya sangat kecil," kata Prof Hanifah.

Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang solid antara orangtua, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar bisa menemukan gejala hepatitis akut sedini mungkin agar anak segera mendapatkan pertolongan medis.

1
2