Share

Wajib Tahu! Ini Cara Cegah Risiko Penyakit Jantung di Masa Tua

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 18:03 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi cara mencegah risiko penyakit jantung. (Foto: Tikkho Maciel/Unsplash)

DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Badai Bhatara Tiksnadi Sp.JP(K) MM mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Tujuannya untuk mencegah risiko penyaakit jantung di masa tua nanti.

"Kunci agar terhindar dari penyakit jantung adalah Perilaku Hidup Sehat CERDIK, yaitu Cek kesehatan teratur, Enyahkan rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kendalikan Stres," kata dr Badai dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari Antara, Rabu (1/6/2022).

Baca juga: Ibadah Haji 2022, Menkes Pastikan 95% Jamaah Sudah Vaksin Covid-19 

Ia menjelaskan, seiring bertambahnya usia maka fungsi tubuh juga mengalami penurunan termasuk organ jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung merupakan ancaman dunia dan merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari 8,9 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sementara Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia Tahun 2018 menunjukkan populasi orang di atas 65 tahun yang mempunyai sakit jantung sebesar 4,6 persen.

Baca juga: Kemenkes Lepas 776 Petugas Kesehatan Haji, Andalkan TeleSehat Monitoring Kondisi Jamaah 

Kemudahan dari teknologi yang membuat orang kurang aktif bepergian karena semua bisa dipesan lewat ponsel patut diwaspadai. Dokter Badai mengimbau agar setiap orang tetap aktif bergerak dan rutin berolahraga setiap hari demi menjaga kesehatan dan tetap bugar meski sudah menua kelak.

Kendati demikian, olahraga juga harus dilakukan secara bijak sesuai batasan tubuh. Ia menyarankan untuk menghindari olahraga berat tanpa ada persiapan. Jika tubuh sudah terbiasa dengan latihan dengan intensitas ringan, kemudian berlanjut ke intensitas sedang, maka olahraga intensitas berat boleh dilakukan.

Saat berolahraga dengan intensitas ringan, seseorang bisa bernyanyi tanpa kesulitan. Sementara itu, ketika berolahraga dengan intensitas sedang, seseorang masih bisa bercakap-cakap. Sebaiknya periksakan dulu kondisi kesehatan ke dokter untuk mengetahui olahraga yang sebaiknya dilakukan.

Hingga saat ini penyakit kardiovaskular atau jantung, tercatat sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada saat yang sama, penyakit jantung juga merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Tercatat pada tahun 2008, 15 dari 1.000 orang di Indonesia menderita penyakit jantung, dan diperkirakan penderita penyakit jantung di indonesia jumlahnya akan mencapai 6 juta orang pada tahun 2024.

Baca juga: 10 Ucapan Hari Lahir Pancasila, Cocok Banget Dibagikan via Media Sosial 

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Cacar Monyet yang Berasal dari Virus Langka 

1
2