Share

Kemenkes Lepas 776 Petugas Kesehatan Haji, Andalkan TeleSehat Monitoring Kondisi Jamaah

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 01 Juni 2022 10:18 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi jamaah haji. (Foto: Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan tahun ini melepas sebanyak 776 Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Guna memudahkan pengawasan para jamaah haji, Kemenkes menggunakan aplikasi TeleSehat.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha memastikan selama pelaksanaan ibadah haji 2022, petugas akan melakukan pendampingan serta monitoring kesehatan para jamaah, terutama kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit komorbid.

"Khusus untuk jamaah yang berisiko tinggi, tahun ini kita menggunakan TeleJemaah untuk mengetahui status kesehatan. Petugas bisa memonitor langsung kepada jamaah. Kalau mereka sakit bisa kita segera arahkan ke rumah sakit kita yang ada di sana," ujar Kunta dalam laman resmi Kemenkes, Rabu (1/6/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan pelaksanaan haji tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Mengingat ibadah haji tahun ini masih dilaksanakan di tengah pandemi covid-19.

Kunta juga mengingatkan kepada para petugas kesehatan haji, khususnya para calon jamaah, disiplin menjaga protokol kesehatan 5M, vaksinasi dosis lengkap covid-19 termasuk melakukan booster, dan vaksin meningitis.

"Saya berharap petugas kesehatan dapat menjadi pionir dan memberikan contoh yang baik kepada jamaah dalam menerapkan protokol kesehatan. Tentu saja kita berharap jamaah dan petugas semua terbebas dari covid-19, baik saat keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air," ungkapnya. 

Sehubungan cuaca di Arab Saudi yang sangat panas, Kunta meminta calon jamaah hajii untuk memperbanyak minum air dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sebab tahun ini diperkirakan suhu udara di Arab Saudi meningkat hingga 50 derajat Celsius saat puncak ibadah haji pada Juni–Juli mendatang.

"Terus lakukan edukasi dan ingatkan jamaah untuk banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi. Kegiatan berupa gerakan minum bersama dengan slogan #jangantungguhaus harus benar-benar dipastikan dilakukan, serta terus mengingatkan agar jamaah dapat membatasi aktivitas fisik di luar ruangan," tukasnya. 

1
2