Share

Wabah Cacar Monyet Merebak, Teori Konspirasi Tak Berdasar Berseliweran!

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 16:12 WIB
$detail['images_title']
Wabah cacar monyet merebak di sejumlah negara (Foto: BBC)

TERDAPAT teori konspirasi yang beredar secara daring menyebutkan wabah cacar monyet kali ini sengaja direncanakan, dengan tudingan yang mengarah kepada Bill Gates atau Anthony Fauci dalam gema konspirasi Covid-19.

Pernyataan tidak berdasar itu tersebar di media-media Rusia, di aplikasi media sosial China, Weibo, juga di Instagram.

 cacar monyet

Narasi itu juga dapat ditemukan di Facebook dalam bahasa Rumania, Jerman, Inggris, Arab, Prancis, Slovenia, Hongaria, dan Punjabi.

Klaim tersebut mengacu pada sebuah dokumen yang disiapkan oleh organisasi biosekuriti yang berbasis di AS, Nuclear Threat Initiative (NTI).

Pada 2021, NTI menggelar lokakarya untuk mendorong para pemimpin di seluruh dunia bersiap akan kemungkinan pandemi di masa depan.

Para peserta diminta mengatasi skenario fiksi: pandemi global mematikan yang melibatkan jenis virus cacar monyet yang tidak biasa yang menyebar secara global.

"Risiko yang ditimbulkan oleh cacar monyet", menurut NTI, "telah didokumentasikan dengan baik selama bertahun-tahun" dan kasus telah meningkat, membuatnya sebagai jenis virus yang dipilih sebagai studi kasus dalam lokakarya ini.

Wabah infeksi adalah sebuah fakta, sehingga organisasi yang memprediksi dan memitigasinya tidak serta merta mencurigakan.

Sedangkan narasi dalam bahasa Punjabi menuduh, bahwa virus cacar monyet adalah senjata biologis dan mengarah pada Bill Gates.

Klaim terkait ini terbagi atas dua bentuk, beberapa merujuk pada fakta bahwa vaksin AstraZeneca menggunakan virus yang ditemukan pada simpanse, dimodifikasi sehingga tidak dapat menyebar.

 BACA JUGA: Cacar Monyet Berasal dari Laboratorium yang Bocor, Pakar Pandemi: Tidak Berdasar!

Narasi tidak berdasar yang mengaitkan wabah cacar monyet dengan vaksin Covid-19, yang diproduksi menggunakan virus dari simpanse yang dimodifikasi.

Follow Berita Okezone di Google News

Unggahan di media sosial seperti narasi di atas kemudian mengisyaratkan keterkaitan antara vaksin yang menggunakan virus simpanse dengan wabah cacar monyet.

Padahal, cacar monyet disebabkan oleh jenis virus yang berbeda dengan yang digunakan pada vaksin AstraZeneca, dan sebetulnya justru diperkirakan ditemukan pada hewan pengerat, bukan pada monyet.

Bentuk narasi kedua yang tersebar di media sosial adalah bahwa vaksin Covid-19 entah bagaimana menekan system kekebalan tubuh, sehingga menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus lain.

Klaim itu juga tidak berdasar, sebab vaksin justru merangsang, bukan menguras sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga lebih efektif melawan infeksi tertentu.

1
2