Share

Pasien Gagal Jantung Tidak Boleh Banyak Minum, Kenapa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2022 13:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi gagal jantung (Foto: Freepik)

SERING kita dengar anjuran untuk cukup minum air mineral untuk menjaga kesehatan tubuh. Tahukah Anda, anjuran ini ternyata tidak berlaku untuk penderita gagal jantung?

Ya, penderita gagal jantung nyatanya memang tidak disarankan banyak minum air. Hal ini untuk meminimalisir kerusakan jantung yang malah bisa membahayakan nyawa pasien gagal jantung.

Sebab paru-paru pasien gagal jantung sudah tidak bisa memompa darah secara optimal karena kerusakan otot. Alhasil, banyak darah di dalam paru-paru yang menyebabkan darah tidak terpompa secara maksimal.

"Salah satu keluhan pasien gagal jantung adalah bengkak, misal ada tumpukkan cairan di paru-paru.Tadinya bisa memompa darah 5 liter, tapi gara-gara gagal jantung, cuma bisa 1 sampai 2 liter,” terang dr. Siti Elkana Nauli, SpJP(K), FIHA, Ketua Pokja Gagal Jantung PERKI, dalam webinar daring, Selasa (31/5/2022).

“Karena kondisi itu, banyak darah yang tidak terdistribusi melainkan menumpuk di paru dan kantung jantung sebelah kanan," lanjutnya.

Kondisi inilah yang membuat pasien gagal jantung tidak boleh menerima banyak cairan dari luar. Sebab, darah yang di dalam saja harus dikendalikan, makanya cairan pun harus dikontrol agar tidak menambah beban masalah dari jantung dan paru-paru pasien.

Maka dari itu, biasanya penderita gagal jantung akan diberikan obat yang memicu bisa sering buang air kecil.

"Salah satu terapi yang diberikan ke pasien gagal jantung adalah obat yang membuat dia jadi sering pipis. Ini dimaksudkan agar tidak ada cairan yang menambah beban kerja jantung dan paru-paru pasien," ungkapnya.

Lantas, berapa takaran cairan yang direkomendasikan dokter untuk pasien gagal jantung?

Secara umum, kata dr Nauli, pasien gagal jantung itu hanya direkomendasikan 900-1200 ml air per 1x24 jam. Jika sampai lebih, maka akan memengaruhi kualitas jantung dan paru-paru pasien.

1
2