Share

Tembus 24 Orang, DKI Jakarta Provinsi Terbanyak Kasus Suspek Hepatitis Akut

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 30 Mei 2022 13:36 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi pasien (Foto: Freepik)

JAKARTA- DKI Jakarta menjadi Provinsi terbanyak yang melaporkan kejadian kasus hepatitis akut. Menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, per 18 Mei 2022,  sebanyak 24 orang diduga sebagai pasien hepatitis akut.

Dari 24 orang yang diduga tersebut, bahkan sudah 5 pasien di antaranya yang dinyatakan meninggal dunia. Tingginya kasus hepatitis akut di Ibu Kota, membuat Dinkes harus beri perhatian penuh terkait penyakit satu ini.

Saat ini, Dinkes DKI menyebut mereka terus melakukan investigasi penyebab penyakit dan penanganan pasien terduga yang masih dirawat di rumah sakit.

"Kami selalu berkoordinasi dengan semua rumah sakit agar segera melaporkan pasien yang diduga hepatitis akut dalam waktu 1x24 jam, setelah pasien tiba di fasilitas kesehatan," ujar Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti saat ditemui MNC Portal di Siloam Hospitals Agora Jakarta, Senin (30/5/2022).

Hepatitis akut, lanjut Widyastuti, perlu didalami lebih lanjut karena penyakit ini hingga sekarang belum diketahui penyebabnya. Ia menyebut, sejauh ini pihak Dinas Kesehatan DKI berusaha mengoptimalkan tahap screening dan kelengakapan pemeriksaan pasien.

"Kami memaksimalkan upaya skrining yang dilakukan di rumah sakit dan juga melengkapi pemeriksaan, sehingga ketahuan apakah pasien memang masuk dalam kasus hepatitis akut atau tidak," tambahnya.

Tidak lupa, Widya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan pola hidup bersih dan sehat demi mencegah penyakit hepatitis akut.

"Kami sangat menyarankan semua masyarakat menjalani perilaku pola hidup bersih dan sehat, salah satunya adalah cuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan," pungkas Widya.

1
2