Share

Gejala Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan yang Tak Boleh Disepelekan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2022 15:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Gejala PMK Pada Hewan. (Foto: Shutterstock)

ADA gejala penyakit mulut dan kuku pada hewan harus Anda pahami dan tidak boleh disepelekan. Karena, salah-salah bisa berakibat buruk pada kesehatan tubuh jika mengkonsumsi daging hewan tersebut.

Penyakit mulut dan kuku atau PMK bisa menyasar pada beberapa hewan, termasuk hewan ternak. Seperti sapi, kambing, domba, babi, dan lain-lain. Melansir dari World Organization for Animal Health, PMK disebabkan oleh genus Aphthovirus dari famili Picornaviridae. Lantas, seperti apa gejala penyakit mulut dan kuku pada hewan tersebut? Simak informasinya berikut ini.

Informasi dari Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, gejala penyakit mulut dan kuku yang palong umum adalah munculnya demam, adanya lepuhan, bisul, dan koreng pada bagian mulut dan kuku hewan. Gejala ini bisa mengakibatkan luka lecet pada kaki, mulut, dan juga puting hewan.

Gejala tersebut juga memungkinkan hewan merasa depresi, tidak suka bahkan enggan bergerak, kehilangan nafsu makan hingga turun berat badan secara drastis. Meski tidak menyebabkan kematian, namun kondisi ini akan memicu kerusakan kuku permanen dan mastitis kronis pada hewan.

Keparahan penyakit ini tentunya berbeda-beda, terganting dari virus, dosis paparam usia hewan, spesies, dan kekebalan inangnya. Merangkum dari berbagai sumber, tingkat kematian dari penyakit ini cukup rendah untuk hewan dewasa dan tinggi pada hewan yang masih anak.

Dari kondisi tersebut, maka muncul pertanyaan baru, apakah daging yang terjangkit PMK boleh dikonsumsi? Sayhrul Yasin Limpo, selaku Menteri Pertanian menegaskan bahwa hewan yang terjangkit PMK dagingnya masih aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

"Alhamdulillah semua sudah bekerja dengan penanganannya dan bila mau di makan dagingnya sudah ada SOPnya. Ribuan tenaga medik juga sudah ada di lapangan, sehingga kalau perlu dipotong paksa dapat didampingi tenaga medis,” terangnya kepada para media beberapa waktu lalu.

Shyahrul memberi penjelasan tambahan bahwa ada beberapa bagian tubuh hewan yang terjangkit PMK yang tidak boleh dikonsumsi, seperti organ-organ tertentu.

1
2