Share

Napak Tilas Penyakit Mulut dan Kuku di Indonesia, Ternyata Sudah Ada Lebih dari 1 Abad Lalu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 19 Mei 2022 16:44 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Hewan Ternak. (Foto: Okezone)

PENYAKIT Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak menyerang di beberapa daerah di Indonesia, dengan daerah yang paling banyak mengalaminya adalah Aceh dan Jawa Timur. Penyakit PMK ini memang cukup membuat heboh, meskipun bukan penyakit baru di Indonesia.

Penyakit khusus hewan berkuku dua tersebut sudah ada sejak lama sekali di negeri ini, tapi baru terjadi lagi di pertengahan 2022. Hal ini memicu peneliti dan pemerintah mengantisipasi penularan lebih meluas.

"PMK bukanlah penyakit baru. Penyakit ini sudah ada di Indonesia sejak 1887, kejadian pertama ditemukan di Malang dan saat itu PMK pun mewabah seperti saat ini," terang Prof NLP Indi Dharmayanti, selaku Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di webinar, Kamis (19/5/2022).

Di sisi lain, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menerangkan bahwa PMK sejatinya sudah ada vaksinnya. "BRIN punya tanggung jawab untuk untuk mengembangkan vaksin yang sudah ada sehingga memberi solusi untuk masalah ini," katanya.

So, berikut ini 'timeline' penyakit mulut dan kuku atau PMK di Indonesia secara detail:

1. Ditemukan pertama kali pada 1887

Kasus PMK pertama kali teridentifikasi pada 1887 di Malang. Saat itu, penyakit menular ini bahkan menginfeksi hewan berkuku dua hingga Banyuwangi.

2. 1889

Penyakit mulut dan kuku ditemukan di Jakarta.

3. 1892

PMK terkonfirmasi di Aceh.

4. 1906

PMK ada di Medan dan Kalimantan.

5. 1907

Sebanyak 1.201 hewan ternak di Pulau Jawa terinfeksi PMK, termasuk di Jakarta, Cirebon, Priangan, Pasuruan, Besuki, Banyumas, Kedu, Malang, dan Madura.

6. 1974

Pemerintah mulai memvaksin hewan yang terpapar PMK dengan memprioritaskan di area tertinggi kasus yaitu di Bali, Sulawesi, dan Jawa. Vaksin yang diberikan adalah vaksin 01 BFS.

7. 1980

Tidak dilaporkan PMK di seluruh wilayah di Indonesia.

8. 1983

PMK kembali dilaporkan kasusnya, kali ini di Blora yang penyebarannya sangat cepat hingga ditemukan juga kasus lainnya yaitu di Banten. Sementara itu, kasus PMK ditemukan di Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah.

Penelitian virus mulai dilakukan oleh Animal Virus Research Institute (AVRI) di Pirbright, Inggris, yang mana menunjukkan bahwa virus penyebab PMK itu tipe O dengan spesifikasi jenis dikenal sebagai O ISA 3/83 atau O java 83.

9. 1983 hingga 1985

Vaksinasi massal dilakukan, vaksin yang dipakai secara spesifik menghalau virus O java 83. Dalam waktu 3 bulan setelah itu, PMK dilaporkan terkontrol dan tidak ada lagi kasus dilaporkan.

10. 1990

Indonesia mendeklarasikan bebas PMK.

11. 5 Mei 2022

Sampai akhirnya 5 Mei 2022 dilaporkan ada kasus PMK lagi di Jawa Timur, tepatnya di Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto. Virus menginfeksi 1.247 hewan ternak.

12. 8 Mei 2022

Bupati Aceh Tamiang melaporkan kasus PMK di wilayahnya.

1
2