Share

Apakah Hepatitis Akut Bisa Sembuh Total?

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Kamis 19 Mei 2022 14:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Hepatitis Akut. (Foto: Shutterstock)

APAKAH hepatitis akut bisa sembuh total? Pertanyaan ini kerap dilontarkan, mengingat penyakit tersebut akhir-akhir ini semakin meningkat di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Ya, Setelah pandemi Covid-19, dunia kali ini dihebohkan oleh kemunculan penyakit hepatitis misterius secara massal. Bahkan, penyakit ini disebut memicu efek mematikan terhadap anak-anak. Lantas, bila terinfeksi, apakah hepatitis akut bisa sembuh total? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Menurut komite ahli pengendalian hepatitis, diare, dan infeksi saluran pencernaan Kemenkes RI, Prof Dr dr Hanifah Oswari, SpA(K), penyakit hepatitis akut umumnya dapat menginfeksi seseorang secara mendadak dan hilang secara mendadak.

"Jadi hepatitis akut itu berbeda dengan hepatitis kronis. Hepatitis kronis itu perjalanannya pelan tapi dia terus menerus terjadi di dalam badan kita," tuturnya dalam webinar kesehatan.

Prof. Hanifah mengungkapkan bahwa hepatitis akut berbeda dengan kronis. Akut biasanya datang secara mendadak, dan hilangnya juga mendadak. Untuk kesembuhannya juga bisa cepat. Berbeda dengan kronis yang sebaliknya. Seseorang, sambungnya, yang terinfeksi hepatitis akut bisa saja mengalami kesembuhan dengan cepat. Namun di beberapa kasus, hepatitis akut juga bisa mengalami perburukan gejala.

Apabila seseorang dinyatakan sembuh dari hepatitis, penderita akan sembuh dengan sempurna. Namun, jika mengalami perburukan gejala kemungkinan terjadi penderita sulit untuk ditolong. "Kalau terjadi kesembuhan yang cepat itu yang kita harapkan, tetapi juga bisa terjadi perburukan yang cepat pada kasus yang akut yang berat apalagi sudah fulminan itu sangat cepat perjalanannya," katanya.

"Karena itu kalau bisa sembuh, dia akan sembuh dengan sempurna umumnya. Tetapi, kalau terjadi perburukan, dia juga bisa terjadi perburukan yang penuh kita tidak bisa menolongnya," ungkap dr Hanifah.

(mrt)