Share

5 Cara Membesarkan Mr P yang Diakui Dunia Medis, Keamanannya Lebih Terjamin

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 22:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Ukuran Mr P. (Foto: Shutterstock)

Fat Grafting

Fat grafting merupakan metode yang menggunakan jaringan lemak di dalam tubuh pasien sendiri untuk membuat alat kelamin terlihat lebih lebar dan panjang. Pada prosedur pertama, dilakukan sedot lemak pada area perut atau paha. Lemak tersebut kemudian disaring, sehingga zat lain selain lemak terbuang.

Selanjutnya, lemak yang sudah diambil dari tubuh akan disuntikkan di sekitar batang alat kelamin. Karena sel lemak berasal dari tubuh pasien sendiri, prosedur ini biasanya cenderung minim risiko alergi. Sayangnya, efek fat grafting tidak bertahan selamanya. Anda mungkin memerlukan beberapa kali prosedur untuk mempertahankan ukuran alat kelamin yang diinginkan.

Suspensory Ligament Release

Suspensory ligament release adalah prosedur yang membuat alat kelamin terlihat lebih panjang. Akan tetapi, operasi memperbesar alat kelamin ini tidak dapat benar-benar mengubah ukuran alat kelamin, melainkan hanya penampilannya.

Suspensory ligament menghubungkan alat kelamin ke tulang kemaluan. Bagian ini akan menciptakan sedikit lengkungan di pangkal alat kelamin. Saat ligamen itu dipotong atau dilepaskan, alat kelamin bisa menggantung lebih rendah sehingga menciptakan ilusi ukuran yang lebih besar.

Kemungkinan komplikasi yang muncul antara lain:

- Penis memendek

- Disfungsi ereksi ataupun masalah ereksi lainnya

V-Y Advancement

Dalam V-Y advancement, ahli bedah membuat sayatan di atas pangkal alat kelamin. Sayatan yang dibuat akan berbentuk seperti huruf V terbalik. Setelah itu, dokter akan menjahit sayatan tersebut dalam bentuk Y terbalik.

Jahitan model ini akan menarik jaringan ke tengah, sehingga dapat memperpanjang kulit alat kelamin. Operasi pembesaran Mr. P ini umumnya sering dilakukan dengan suspensory ligament release.