Share

Ibu Hamil Harus Tahu, Ini Penyebab dan Cara Atasi Rhinitis Kehamilan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 16 Mei 2022 12:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Ibu Hamil. (Foto: Shutterstock)

Cara Meredakan Rhinitis Kehamilan

Mengatasi rhinitis kehamilan bisa dilakukan dengan meredakan gejalanya. Dokter Reza menyarankan untuk memperbanyak minum air putih serta minuman herbal (jahe dan rempah-rempah) agar gejala cepat reda.

Selain itu, terdapat pula opsi lain untuk meredakan gejala rhinitis kehamilan, di antaranya:

- Menggunakan humidifier atau pelembap udara di rumah

- Menghindari penyebab iritasi pada saluran hidung, seperti asap rokok ataupun polusi udara yang berlebih

- Rutin berolahraga untuk mengurangi gejala hidung tersumbat dan meningkatkan kualitas tidur

- Meninggikan posisi kepala saat tidur atau berbaring. Anda bisa menggunakan satu atau dua bantalan untuk memudahkan posisi tersebut

- Mandi dengan air hangat untuk menenangkan serta meredakan hidung tersumbat

- Menutup wajah dengan kain yang telah direndam dengan air panas, kemudian menghirupnya

Rhinitis di masa kehamilan juga bisa diatasi dengan penggunaan nasal strip atau saline spray. Konsumsi obat untuk mengatasi gejala pun dapat menjadi pilihan. Namun, semua itu harus dikonsumsi lewat konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Disarankan pula untuk menghindari penggunaan dekongestan (obat untuk hidung tersumbat) tanpa izin dokter. Pasalnya, obat ini dianggap bisa sebabkan cacat pada bayi, terutama jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan di trimester pertama.

Selain itu, dekongestan bisa menimbulkan risiko peningkatan detak jantung, kecemasan, tremor, dan insomnia.

Demikian ulasan terkait penyebab rhinitis kehamilan dan cara mengatasinya. Apabila kondisi tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terutama ketika rhinitis disertai dengan demam tinggi, bau napas yang tidak sedap, ingus berubah warna selain putih atau kuning, wajah membengkak, penglihatan kabur, batuk lebih dari 10 hari, serta dahak yang berwarna kuning, hijau, atau abu-abu.

(mrt)