Share

Ibu Hamil Harus Tahu, Ini Penyebab dan Cara Atasi Rhinitis Kehamilan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 16 Mei 2022 12:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Ibu Hamil. (Foto: Shutterstock)

KETIKA seseorang mengalami kehamilan, ada beberapa kondisi yang mengganggu kenyamanan. Beberapa kondisi kesehatan pun bisa menyerang ibu hamil, salah satunya adalah rhinitis kehamilan.

Apa itu rhinitis kehamilan? Ini merupakan kondisi saat ibu hamil mengalami hidung tersumbat serta pilek di masa kehamilan. Rhinitis saat hamil juga akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu waktu tidur.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan bumil mengalami rhinitis kehamilan. Ketahui lewat ulasan berikut ini.

Penyebab Rhinitis Kehamilan

Ciri-ciri rhinitis pada ibu hamil biasanya meliputi peningkatan lendir di saluran hidung, hidung terasa tertekan, dan hidung tersumbat.

Menurut Advances in Experimental Medicine and Biology, rhinitis kehamilan terjadi akibat peningkatan zat serta hormon selama kehamilan, seperti human placental growth hormone (PGH), vasoactive intestinal polypeptide (VIP), estrogen, serta progesteron.

Disebutkan pula di BabyCenter, hormon serta zat tadi membuat saluran hidung membengkak dan mengeluarkan lebih banyak lendir. Sementara itu, peningkatan aliran darah menyebabkan pembuluh darah mengecil dan menimbulkan pembengkakan di dalam hidung, sehingga hidung tersumbat.

Kondisi tersebut akan semakin parah apabila ibu hamil berada di lingkungan yang tidak bersih. Misalnya, lingkungan yang terlalu berdebu, tempat tidur atau sofa dengan tungau, maupun lingkungan yang banyak terdapat paparan asap rokok.

Adapun beberapa gejala rhinitis kehamilan, antara lain:

- Munculnya postnasal drip atau aliran cairan atau ingus dari hidung ke tenggorokan

- Tekanan di telinga

- Bersin-bersin

- Penurunan kemampuan indra penciuman akibat hidung tersumbat

- Kualitas tidur terganggu karena hidung tersumbat atau postnasal drip

Ibu Hamil

Kondisi ini bisa sembuh dan kembali muncul selama kehamilan. Umumnya, rhinitis pada ibu hamil berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Akan tetapi, beberapa wanita dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin bisa mengalaminya sepanjang masa kehamilan.

Meski begitu, melansir Verywell Family, rhinitis kehamilan bisa mereda setelah seminggu ataupun beberapa minggu pascapersalinan.

Apakah Rhinitis Kehamilan Berbahaya?

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A, rhinitis kehamilan bisa membahayakan kehamilan jika bumil mengalami bersin yang terus-menerus. Frekuensi bersin yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan tekanan di perut.

“Saat kehamilannya masih berusia muda ataupun kehamilannya sangat lemah, bersin yang intens dan kuat bisa meningkatkan risiko kram perut. Selain itu, hidung tersumbat bisa menyebabkan gangguan oksigenasi (kebutuhan oksigen tidak terpenuhi),” ungkapnya.

Selain risiko kram perut, melansir Verywell Family, rhinitis kehamilan dapat berkembang menjadi masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi telinga, sinusitis, serta memperburuk gejala asma.

Gangguan tidur yang disebabkan oleh gejala rhinitis kehamilan pun akan berbahaya bagi Ibu dan janin. Kurang tidur atau penurunan kualitas tidur bisa membuat tubuh Ibu lemas, serta risiko komplikasi berupa hipertensi, diabetes gestasional, atau preeklampsia.

Ketika ibu hamil kurang tidur, peredaran darah ke janin juga akan terganggu. Kondisi ini membuat pasokan oksigen untuk janin akan ikut berkurang. Dilansir dari Verywell Health, hal tersebut bisa menyebabkan perlambatan irama jantung pada janin hingga gangguan perkembangan janin.

Cara Meredakan Rhinitis Kehamilan

Mengatasi rhinitis kehamilan bisa dilakukan dengan meredakan gejalanya. Dokter Reza menyarankan untuk memperbanyak minum air putih serta minuman herbal (jahe dan rempah-rempah) agar gejala cepat reda.

Selain itu, terdapat pula opsi lain untuk meredakan gejala rhinitis kehamilan, di antaranya:

- Menggunakan humidifier atau pelembap udara di rumah

- Menghindari penyebab iritasi pada saluran hidung, seperti asap rokok ataupun polusi udara yang berlebih

- Rutin berolahraga untuk mengurangi gejala hidung tersumbat dan meningkatkan kualitas tidur

- Meninggikan posisi kepala saat tidur atau berbaring. Anda bisa menggunakan satu atau dua bantalan untuk memudahkan posisi tersebut

- Mandi dengan air hangat untuk menenangkan serta meredakan hidung tersumbat

- Menutup wajah dengan kain yang telah direndam dengan air panas, kemudian menghirupnya

Rhinitis di masa kehamilan juga bisa diatasi dengan penggunaan nasal strip atau saline spray. Konsumsi obat untuk mengatasi gejala pun dapat menjadi pilihan. Namun, semua itu harus dikonsumsi lewat konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Disarankan pula untuk menghindari penggunaan dekongestan (obat untuk hidung tersumbat) tanpa izin dokter. Pasalnya, obat ini dianggap bisa sebabkan cacat pada bayi, terutama jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan di trimester pertama.

Selain itu, dekongestan bisa menimbulkan risiko peningkatan detak jantung, kecemasan, tremor, dan insomnia.

Demikian ulasan terkait penyebab rhinitis kehamilan dan cara mengatasinya. Apabila kondisi tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terutama ketika rhinitis disertai dengan demam tinggi, bau napas yang tidak sedap, ingus berubah warna selain putih atau kuning, wajah membengkak, penglihatan kabur, batuk lebih dari 10 hari, serta dahak yang berwarna kuning, hijau, atau abu-abu.

1
2