Share

Jangan Diet Ekstrem, Simak Bahayanya!

Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2022 23:39 WIB
$detail['images_title']
Melakukan diet ekstrem (Foto: istock)

BANYAK orang melakukan diet ekstrem karena tak sabar ingin memiliki tubuh langsing. Namun sebenarnya diet ekstrem itu berbahaya.

Pakar Gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik (PDGKI) Feni Nugraha menjelaskan, diet ekstrem pasti akan menurunkan berat badan dan membuat tubuh langsing. Namun di saat yang sama, hal itu juga menimbulkan berbagai risiko kesehatan pada tubuh.

diet

Menurut dia, pelaku diet ini akan melakukan defisit kalori yang memunculkan masalah, salah satunya sembelit karena kurang konsumsi serat yang bisa didapat dari sayur dan buah.

Saat sembelit ada risiko mengeluarkan feses berdarah bahkan seseorang bisa tidak bisa buang air besar hingga 6 hari.

"Ketika kita diet ekstrim, akan terjadi gangguan pergerakan fungsi usus. Apalagi sekarang yang dijalankan itu banyak yang kurang serat. Serat penting untuk BAB. Serat akan menarik air ke usus besar, membuat feses lebih lunak dan berbentuk, sehingga BAB lancar. Saat serat kurang karena diet ekstrim, memang cendrung sembelit," kata Feni Nugraha dalam sebuah bincang daring, dikutip Senin.

Serat penting untuk memelihara keseimbangan bakteri usus dan sistem imun tubuh akan terjaga karena 70 persen imunitas ada di saluran cerna. Serat terbagi dua yakni serat larut dan tak larut.

Serat larut akan diubah seperti gel oleh bakteri usus, membuat feses lebih padat dan berbentuk, serta mengurangi penyerapan zat-zat tertentu yang memiliki dampak negatif untuk tubuh. Misalnya menghambat penyerapan karbo ke darah, sehingga mencegah kelonjakan gula darah. Juga menghambat penyerapan lemak dan kolesterol.

Sementara serat tidak larut membantu memperlambat penyerapan makanan dan bahan yang tidak dibutuhkan tubuh. Serat ini membuat volume tambahan di perut sehingga membuat Anda kenyang lebih lama sekaligus membantu penurunan berat badan.

Anda disarankan mengonsumsi 3-5 porsi sayur dan 2-3 porsi buah setiap hari. Konsumsi 3-5 porsi sayur memenuhi 50 persen dari kebutuhan serat 20 gram atau 10 gram, ditambah 2-3 porsi buah sehari, maka 80 persen kebutuhan serat tercukupi.

Dengan asumsi satu porsi buah mengandung sekitar 2 gram serat, maka sisa kebutuhan serat bisa dipenuhi dari karbohidrat kompleks, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Selain itu, warna-warni buah dan sayur berfungsi sebagai antioksidan. Anda direkomendasikan mengonsumsi minimal lima warna per hari yakni hijau, merah, kuning, ungu dan putih.

Pakar gizi dari PDGKI, Arti Indira menegaskan, sayuran tidak akan menghambat penurunan berat badan atau menyebabkan kegemukan.

Lebih lanjut mengenai kerugian diet ekstrem, dia menyoroti efek defisiensi mikronutrien, karena enggan mengonsumsi sayuran dan sumber zat gizi lainnya dan terfokus pada menghindari nasi.

"Ada orang yang tidak mau makan nasi saat diet. Kita suka lupa, selain sebagai sumber karbohidrat, di dalam nasi juga ada vitamin dan mineral seperti zat besi, fosfor, magnesium, dan mangan. Jangan terlalu restriktif saat menjalankan program diet," kata dia.

Risiko lain apabila Anda melakukan diet ekstrem yakni terkena batu empedu. Dokter spesialis gizi, Samuel Oetoro mengatakan, diet ekstrim atau penurunan berat tubuh lebih dari 1,5 kg per minggu artinya asupan lemak dalam tubuh sangat sedikit atau bahkan tidak ada, termasuk lemak yang sehat.

Jadi, apabila Anda ingin melakukan diet khusus termasuk untuk menurukan berat badan atau diet orang dengan penyakit tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi, jangan lakukan diet ekstrem begitu saja.

1
2