Share

Penelitian Terbaru Ungkap Obesitas Kurangi Efektivitas Vaksin Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 12 Mei 2022 12:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Obesitas. (Foto: Shutterstock)

VAKSIN Covid-19 memang menjadi cara paling ampuh yang sudah terbukti untuk mencegah keparahan Covid-19. Tapi memang, antibodi yang dibentuk oleh vaksin Covid-19 akan melemah seiring dengan berjalannya waktu.

Oleh karena itu, harus ada tambahan booster untuk meningkatkan antibodi tersebut. Selain itu, ternyata ada juga beberapa kondisi yang bisa membuat efektivitas vaksin Covid-19 menurun, salah satunya adalah obesitas.

Dari studi penelitian berskala kecil, yang belum disertifikasi oleh ulasan sejawat, di Turki disebutkan bahwa obesitas parah, yakni orang yang punya indeks massa tubuh 40 atau lebih, berpotensi bisa melemahkan efektivitas perlindungan vaksin Covid-19 pada orang-orang yang belum pernah terinfeksi Covid-19 sama sekali, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Vaksin Covid-19

Berdasarkan data yang dipublikasikan dalam Kongres Eropa tentang Obesitas di Maastricht, Belanda. Studi penelitian tersebut digelar melibatkan orang-orang dengan obesitas parah yang belum pernah terinfeksi virus SARS-CoV-2, yang mana kelompok ini juga diketahui sudah vaksin Pfizer (PFE.N)/BioNTech sebelumnya.

Hasilnya menunjukkan, pasien dengan obesitas parah memiliki tingkat antibodi lebih dari tiga kali lebih rendah daripada orang dengan berat badan normal.

Sementara di kelompok penerima vaksin Sinovac Biotech's (SVA.O) CoronaVac, orang dengan obesitas parah dan tanpa riwayat infeksi sebelumnya disebutkan mempunyai tingkat antibodi 27 kali lebih rendah dari orang dengan berat badan normal. Sebagai perbandingan, pada 70 orang sukarelawan (yang sudah pernah terinfeksi Covid-19) tingkat antibodinya sama dengan individu obesitas parah dan yang tidak obesitas parah.

Para peneliti disebutkan lebih lanjut sudah membandingkan respons imun terhadap vaksin Covid-19 kepada 124 orang sukarelawan dengan obesitas parah dan 166 orang dengan berat badan normal (BMI kurang dari 25). Secara keseluruhan, 130 peserta telah menerima dua dosis vaksin mRNA Pfizer/BioNTech dan 160 orang telah menerima dua dosis vaksin Sinovac.

Hasil dari perbandingan mendapati, dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech dapat menghasilkan lebih banyak antibodi secara signifikan daripada vaksin CoronaVac pada orang dengan obesitas parah. Namun sebagai catatan, Volkan Demirhan Yumuk sebagai kepala studi dari Universitas Istanbul mengatakan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk meneliti hal ini.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah tingkat antibodi yang lebih tinggi ini memang memberikan perlindungan yang lebih besar terhadap infeksi Covid-19," ujar Volkan.

1
2