Share

5 Pertolongan Pertama Hepatitis Akut Anak Sebelum Dilarikan ke RS

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 14:02 WIB
$detail['images_title']
Terkena hepatitis akut (Foto: Froddo)

HEPATITIS akut anak penyebabnya masih misterius karena belum diketahui penyebabnya yang riil. Para orangtua harus memahami pertolongan pertama, ketika anak mengalami gejala Hepatitis akut.

Penyakit hepatitis akut ini, diduga menginfeksi saluran pencernaan ditandai dengan mual, muntah, diare, disertai demam. Apabila muncul gejala seperti ini, sebaiknya segera membawa anak ke dokter agar gejala tidak berlanjut.

 hepatitis akut

Melansir informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (Penyakit Kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

“Jangan tunggu sampai gejala berlanjut. Saat gejala awal muncul, segera pergi ke fasilitas kesehatan,” kata Dokter Spesialis Anak yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Muzal Kadim.

Dalam paparannya, ada 5 langkah pertolongan pertama untuk meredakan gejala awal Hepatitis, sebelum anak dibawa ke rumah sakit, antara lain:

1. Paracetamol

Saat anak memiki gejala demam, sebelum dibawa ke dokter atau rumah sakit sebaiknya berikan anak obat penurun demam seperti paracetamol. Sehingga saat dibawa ke dokter, demamnya sedikit mereda.

"Pertama ya tentunya kalau ada demam bisa diberikan obat penurun demam panas itu di rumah banyak ibu-ibu biasanya sudah menyiapkan. Apa lagi punya anak itu mereka harus menyiapkan obat-obat penurun panas," kata Dr Muzal.

2. Obat Anti Mual dan Muntah

Selain panas, ada juga mual atau muntah, anak sebaiknya diberi pertolongan berupa obat anti-mual muntah. Di mana pengguna sesuai dosis untuk anak, sehingga kondisinya tak berlanjut parah.

"Kalau misalnya muntahnya cukup sering, ya kalau di rumah ada obat-obat untuk anti muntah yang tentunya bisa," tambahnya.

3. Obat Anti-Diare

Tidak menutup kemungkinan, anak terinfeksi virus Hepatitis akut, bisa merasakan diare. Menurut dokter anak, tidak perlu panik dengan meminum obat anti-diare, untuk anak seperti oralit dan obat-obat sesuai dosisnya.

"Biasanya kejadian endemis di Indonesia sering terjadi pada anak, setahun dua tiga kali, penyebabnya Rotavirus (diare). Sesuai dengan diare kalau misalnya masih berlanjut bisa dibawa ke RS," ucap Dokter Muzal.

4. Beri Cairan

Pemenuhan cairan bagi orang sakit tentu sangat penting, seperti Hepatitis akut pada anak. Umumnya gejala ini ditandai dengan mual, muntah, dan diare, maka anak bisa saja kekurangan cairan. Bisa memberikan caijiran atau air putih yang cukup untuk anak.

Jika masih mual, beri jeda sedikit demi sedikit untuk memberikan cairan pada anak.

"Supaya tidak dehidrasi tetap diberikan cairan yang penting minumnya (bisa diberikan setiap 3-5 menit)," katanya.

 BACA JUGA:Gejala Umum Hepatitis Akut Anak yang Perlu Diwaspadai

5. Segera ke Dokter atau RS

Dia mengingatkan bila diare merupakan penyakit biasa, dialami anak-anak dalam setahun 2-3 kali. Jika anak tidak mengalami perubahan yang baik, dia meminta para orangtua segera membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan seperti dokter, Puskesmas, RS terdekat.

(DRM)