Share

Hepatitis Akut Misterius Hanya Menyerang Anak-anak? Ini Kata IDAI

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 07 Mei 2022 13:23 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi hepatitis akut misterius menyerang anak-anak. (Foto: Lifeforstock/Freepik)

HEPATITIS akut menjadi penyakit misterius yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Diketahui, hepatitis ini menyerang anak-anak, namun ahli kesehatan mengungkap usia dewasa juga bisa terinfeksi.

Hepatitis secara umum dipengaruhi oleh jamur, virus, dan bakteri; namun jumlah kasus terinfeksi oleh virus jauh lebih tinggi. Infeksi pada hepatitis menyerang hati. Demikian disampaikan Dr dr Muzal Kadim SpA(K), ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca juga: Ditemukan 3 Kasus Diduga Hepatitis Akut Misterius, Ini Respons Kemenkes 

"Infeksi dipengaruhi oleh jamur, virus, dan bakteri. Paling banyak yaitu virus yang menyerang hati, dan paling sering tipe ABCDE yang sering menginfeksi anak-anak," ujar Dr dr Muzal Kadim SpA(K) dalam zoom meeting hari ini, Sabtu (7/5/2022).

Ia menerangkan, hepatitis menyerang anak-anak karena sistem imunitas atau kekebalan tubuhnya masih belum sempurna. Tapi tidak menutup kemungkinan menyerang orang dewasa, meski memiliki sistem imun lebih baik.

Baca juga: Soal 3 Pasien Hepatitis Misterius yang Meninggal, Ini Penjelasan Kemenkes 

Sebab hepatitis menyerang bagian hati, lalu sistem imun dalam tubuh melawan virus. Dampaknya, imun juga menghancurkan sel hati yang lain atau secara menyeluruh sehingga hal itu menyebabkan hepatitis akut berat.

"Anak lebih rentan karena sistem imunnya belum sempurna, di usia bawah 6 tahun. Tapi ada juga sebenarnya, hepatitis akut menyerang dewasa yang sistem imunnya lebih kuat yaitu hepatitis A," jelasnya.

Dr Muzal menambahkan, "Karena sel hati rusak diakibatkan dari sistem imun itu sendiri, yang melawan virus hepatitis. Sehingga saat melawan virus, dapat merusak sel yang lain atau berat (Hepatitis akut)."

Sehubungan dengan itu, penyebab dari penyakit hepatitis akut misterius belum diketahui di dunia. Termasuk Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis akut pada anak yang meninggal dunia.

Baca juga: Hepatitis Akut Tak Ada Hubungannya dengan Vaksin Covid-19! 

Baca juga: Masyakarat Diminta Waspadai Gejala Hepatitis Akut, Tetap Jaga Prokes 

1
2