Share

Kenali Yuk Sederet Gejala Hepatitis Akut

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 17:30 WIB
$detail['images_title']
Anak terkena hepatitis akut (Foto: Istock)

MEREBAKNYA kasus hepatitis akut misterius belakangan ini di Indonesia, Eropa dan Amerika, tak dipungkiri membuat masyarakat menjadi khawatir.

Seperti penyakit lain, penyakit hepatitis akut ini tidak boleh terlambat penanganannya. Jika gejala yang timbul dibiarkan terlalu lama, lalu semakin berkembang, dan berlanjut ke hilangnya kesadaran. Penyakit satu ini bisa berakibat fatal yakni kematian.

 hepatitis akut

Sebagai bentuk kewaspadaan, kita wajib mengetahui apa saja gejala-gejala dari hepatitis akut yang saat ini terlihat didominasi dialami anak-anak di bawah 16 tahun dan lebih spesifik lagi lebih banyak menyerang anak-anak berumur di bawah 10 tahun.

Melihat dari laporan kasus yang sudah ada, Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp.A (K), Dokter Anak konsultan Gastrohepatologi menjelaskan, ada beberapa tanda gejala hepatitis akut misterius yang patut diwaspadai, ia menyebutkan biasanya gejala dimulai dengan gejala gastrointestinal.

“Kita melihat dari laporan laporan kasus yang sudah ada, bahwa laporannya itu mulainya dengan gejala gastrointestinal terlebih dahulu. Seperti misalnya diare, mual, muntah, sakit perut yang kadang-kadang disertai dengan demam ringan,” jelas dr. Hanifah, dalam siaran langsung Update Perkembangan Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Kementerian Kesehatan, Kamis (5/5/2022).

Setelah timbul gejala di perut, baru berlanjut pada gejala yang mengarah khas pada hepatitis, contohnya bisa terlihat pada warna tinja dan warna kulit serta mata.

“Kemudian berlanjut dengan gejala yang ke arah hepatitis, yaitu anaknya mengeluarkan buang air kecil seperti teh, BAB nya pucat, dan mata atau kulitnya itu berwarna kuning,” lanjut dr. Hanifah

Saat anak sudah berwarna kuning, begitu diperiksa oleh dokter biasanya dokter akan langsung melihat kadar SGOT atau SGPT yakni kadar enzim hati. Jika sudah sampai di tahap ini, salah satu atau bisa juga kedua enzim di tubuh kadarnya meningkat hingga lebih dari 500 internasional unit per mililiter.

Dokter Hanifah memperingatkan, gejala masih bisa bertambah parah. Pasien di sini bisa saja mengalami pembekuan darah dan jika tidak segera dilakukan tranplantasi hati, bisa mengakibatkan kematian.

 BACA JUGA:Hepatitis Akut Misterius Renggut 3 Anak di Indonesia, Kemenkes Pastikan Lakukan Investigasi Kontak

“Bila berlanjut lagi gejalanya akan mengalami gangguan pembekuan darah dan selanjutnya akan terjadi penurunan kesadaran yang dapat berlanjut menjadi kematian. Bila pasien tidak dilakukan transplantasi hati,” pungkasnya.

(DRM)