Share

5 Manfaat Vitamin D untuk Perempuan Menopause

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 30 April 2022 16:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Lansia. (Foto: Shutterstock)

KETIKA memasuki periode menopause, perempuan memang lebih rentan terserang masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan lainnya. Menopause dapat pula menyebabkan banyak perubahan pada tubuh wanita.

Hal ini pun bisa membuat wanita mengalami keluhan yang mengganggu, seperti hot flashes, perubahaan mood, vagina kering, dan sebagainya.

Menopause sendiri, adalah fase yang menandakan bahwa wanita sudah melawati masa-masa reproduktif. Artinya, di fase ini, wanita tak bisa lagi menghasilkan sel telur. Siklus haid bulanan pun akan benar-benar berhenti.

Lantas, adakah solusinya? Ada! Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi vitamin D secara rutin dan dalam jumlah yang tepat. Berikut ini sederet khasiat vitamin D untuk wanita menopause:

Menjaga Kesehatan Tulang

Menjelang masa menopause atau disebut perimenopause kadar estrogen tubuh akan berkurang dan haid menjadi jarang atau berhenti. Kondisi ini bisa membuat massa otot menyusut, yang bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Guna menurunkan risiko masalah pada tulang, Anda perlu mengonsumsi vitamin D secara rutin. Vitamin ini dapat membantu penyerapan kalsium dan meningkatkan kekuatan tulang.

Menopause

Mengurangi Risiko Depresi

Menurunnya kadar estrogen dan progesteron selama menopause bisa memengaruhi suasana hati. Pada beberapa orang, kondisi ini pun dapat meningkatkan risiko depresi.

Awas, depresi adalah masalah kesehatan mental yang berbahaya, lho! Pasalnya, kondisi ini membuat semangat hidup Anda meredup. Tidak jarang, penderita depresi juga memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup.

Agar tidak mengalaminya, Anda sebaiknya mengonsumsi vitamin D secara rutin. Melansir Verywell Health, vitamin D terbukti bisa meningkatkan suasana hati. Jenis vitamin ini dapat pula meningkatkan kinerja kognitif, sehingga depresi bisa teratasi.

Menurut dr. Devia Irine Putri, manfaat tersebut karena vitamin D bisa berperan sebagai antioksidan. Artinya, vitamin ini bisa memperbaiki fungsi otak sehingga mampu mengurangi risiko dan gejala depresi.

Menjaga Kadar Gula Darah

Melansir The Atlanta Journal Constitution, estrogen dan progesteron memengaruhi kemampuan sel tubuh merespons insulin. Oleh karena itu, adanya perubahan kadar hormon tersebut saat menopause dapat membuat kadar gula darah tidak stabil.

Pada kondisi ini, penggunaan vitamin D dianggap bisa membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Karenanya, risiko resistensi insulin juga bisa diturunkan. Artinya, kemungkinan untuk mengemban diabetes tipe 2 juga lebih minimal.

Menjaga Berat Badan

Menopause menyebabkan penurunan kadar estrogen. Hal ini bisa memicu munculnya keinginan untuk makan lebih banyak, sekaligus membuat Anda malas bergerak. Apabila kondisi tersebut dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin jika Anda akan mengalami kenaikan berat badan yang berujung pada obesitas.

Nah, untuk menurunkan risiko tersebut, Anda sebaiknya mengonsumsi vitamin D secara rutin dan teratur. “Vitamin D bisa membantu mencegah obesitas setelah menopause,” kata dr. Devia.

“Namun, jangan hanya bergantung pada vitamin D saja. Anda tetap perlu menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat. Anda pun perlu berolahraga secara teratur agar berat badan tetap stabil,” tegasnya.

Menurunkan Risiko Hipertensi

Perubahan hormon selama menopause bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Hal tersebut dapat pula membuat tekanan darah lebih sensitif terhadap garam dari makanan. Kondisi demikian membuat wanita menopause lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sebagai solusinya, Anda dapat mengonsumsi vitamin D, baik dari makanan maupun suplemen. Studi yang dipublikasikan di Cureus menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D dan kalsium bisa menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Sayangnya, cara tersebut tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Pasalnya, penderita batu ginjal tidak boleh mengonsumsi suplemen kalsium.

Wanita sehat yang tidak memiliki riwayat gangguan ginjal juga perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin D dan kalsium. Hal ini bertujuan agar manfaatnya bisa tepat sasaran. Vitamin D bisa Anda dapatkan dari makanan sehari-hari dan paparan sinar matahari pagi.

Jika ingin mendapatkan vitamin D dari suplemen, Anda mesti berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Selain itu, ingatlah juga bahwa vitamin D tidak bisa berdiri sendiri dalam mencegah keluhan setelah menopause. Artinya, Anda tetap perlu menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat agar kondisi tubuh tetap terjaga.

1
2