Share

Menkes Jelaskan Manfaat 3 Jenis Vaksin yang Baru Ditambahkan Jadi Imunisasi Rutin

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 10:30 WIB
$detail['images_title']
Pemerintah tambah 3 jenis vaksin baru ke program imunisasi rutin (Foto: Healthline)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin baru saja mengungkapkan akan menambah 3 jenis vaksin baru masuk dalam imunisasi rutin. Hal tersebut dilakukan, bukan tanpa alasan, Budi mengamati ada 2 problem besar di Indonesia.

Pertama adalah kematian ibu, dan kedua kematian anak. Kematian ibu di Indonesia banyak diakibatkan oleh kanker, yakni kanker serviks dan kanker payudara. Ia pun mengatakan alasan penambahan jenis vaksin tersebut, untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak.

“Kita cek ada vaksinnya untuk ibu yaitu vaksin kanker serviks, (vaksin) untuk kanker payudara belum ada. Selanjutnya untuk mencegah pneumonia pada anak dengan menggunakan vaksin PCV dan diare ada vaksin rotavirus,” ujar Budi pada konferensi pers secara streaming, dikutip pada Minggu (24/4/2022)

vaksinasi

3 jenis vaksin ke dalam program imunisasi rutin lengkap, yaitu PCV, Rotavirus dan HPV. Secara spesifik, vaksin PCV bertujuan untuk mencegah penyakit radang paru, radang selaput otak, radang telinga yang disebabkan oleh bakteri Pneumokokus.

BACA JUGA : 3 Vaksin Ditambahkan Jadi Imunisasi Rutin, Menkes: Untuk Cegah Kematian Ibu dan Anak 

Lalu vaksin Rotavirus untuk mencegah diare berat dan komplikasinya yang disebabkan oleh virus Rota. Sementara vaksin HPV untuk mencegah kanker leher rahim (kanker serviks) pada wanita.

BACA JUGA : Berbagai Jenis Imunisasi Rutin Guna Tingkatkan Kekebalan Anak, Ibu Wajib Tahu!

Menkes melanjutkan bahwa vaksinasi HPV sudah dilakukan cukup lama. Sehingga vaksinasi HPV harus cepat dilakukan secara masif di seluruh Indonesia karena hasilnya menunjukkan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI dr. Maxi Rein Rondonuwu menerangkan introduksi vaksinasi HPV telah dilakukan di beberapa kabupaten/kota salah satunya Yogya.

“Itu hasilnya baik mengurangi insiden daripada kanker serviks. Makanya kami perluas tahun ini arahan pak menteri untuk menambah di 8 provinsi jadi 4 provinsi di Jawa dan Bali, dan 3 provinsi di Sulawesi (Provinsi DKI Jakarta, D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Bali) yang ditargetkan selesai tahun 2022,” tutur Dirjen Maxi.

1
2