Share

Disuntikkan Sejak 2016, Benarkah Vaksin HPV Terbukti Efektif Cegah Kanker Serviks?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Vaksin HPV terbukti efektif turunkan prevalensi kanker serviks (Foto: Medicaldaily)

VAKSIN HPV atau human papillomavirus bukan hal baru di Indonesia pada kenyataannya. Sebab, vaksin HPV untuk cegah kanker serviks tersebut sudah disuntikkan ke perempuan sejak 2016 tepatnya di DKI Jakarta.

Ya, DKI Jakarta mengawali pemberian vaksin HPV untuk cegah kanker serviks di Indonesia. Kemudian disusul Yogyakarta di tahun berikutnya dan Surabaya di 2018.

Vaksin HPV

Tak berhenti di situ, di 2019 vaksin HPV difokuskan di Manado dan Makassar, lalu 2020 di Karang Anyar dan Sukoharjo, 2021 di Kediri dan Lamongan, dan di 2022 ini akan fokus di Jawa-Bali dan sebagian provinsi di Sulawesi.

BACA JUGA : Alasan Menkes 'Ngotot' Anak Kelas 5 dan 6 SD Disuntik Vaksin HPV

Sudah disuntikkan sejak 2016, apa hasil yang dicatat Kemenkes terkait penggunaan vaksin HPV untuk cegah kanker serviks?

BACA JUGA : Cegah Kanker Serviks Tak Bisa Hanya Berikan Vaksin HPV

Diterangkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengacu pada data Yogyakarta bahwa vaksin HPV terbukti menurunkan angka prevalensi kanker serviks. Itu kenapa, di 2022 ini vaksin HPV akan dijadikan program nasional yang dilakukan bertahap.

"Di Yogyakarta, dampak imunisasi vaksin HPV terjadi penurunan angka kasus kanker serviks. Dari hasil tersebut, itu kenapa kami ingin cepat-cepat jadikan vaksin HPV sebagai program nasional," kata Menkes Budi dalam acara Puncak Peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2022, baru-baru ini.

"Vaksin HPV terbukti mengurangi kematian ibu akibat kanker serviks. Penyakit itu memang jadi salah satu penyakit mematikan kaum perempuan selain kanker payudara," tambah Menkes.

Di sisi lain, Maxi Rein Rondonuwu selaku Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes menerangkan bahwa karena akan jadi program nasional, pemetaan Jawa-Bali serta Sulawesi yang dijadikan daerah sasaran di 2022 bukan tanpa alasan.

"Jawa-Bali serta Sulawesi kami pilih karena angka kasus kanker serviks di sana masih sangat tinggi," papar Maxi.

Menkes pun meminta kepada Maxi untuk menggencarkan pemberian vaksin HPV untuk anak-anak kelas 5 dan 6 SD di 2023 dengan target 100 persen. Artinya, di 2023 semua anak perempuan yang belum menstruasi wajib disuntik vaksin HPV ini.

1
2