Share

Benarkah Konsumsi MSG Berbahaya bagi Kesehatan?

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Konsumsi MSG aman jika sesuai takaran (Foto: Freepik)

MONOSODIUM glutamate (MSG) memang sering digunakan pada masakan agar lebih gurih dan lezat. Namun, masih banyak orang yang memegang penyedap rasa yang beken disebut micin ini sebagai hal yang negatif.

Pasalnya, micin menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Bahkan, disebut-sebut bisa memperlambat kinerja otak dan membuat orang jadi bodoh. Padahal, belum tentu ungkapan itu benar, karena micin juga terbuat dari bahan-bahan alami yang menciptakan cita rasa umami.

MSG

“Sebetulnya banyak sekali dipelintir informasi. Penyedap rasa kita bahannya dari tetes tebu. Bahasanya sama saja makan gula tapi sudah difermentasi,” ujar Rida Atmiyanti, Head of Government Relation PT Sasa Inti, dalam media gathering di Eatery Kitchen Sasa, baru-baru ini.

BACA JUGA : Cek Fakta: Konsumsi MSG Sebabkan Orang Obesitas

Hal tersebut mengacu pada izin yang sudah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Melansir situs resmi BPOM, MSG memang dihasilkan melalui proses fermentasi molases dari gula tebu, gula bit, pati dan gula jagung. MSG pun sudah diakui keamanannya oleh beberapa badan dunia yang berkompeten dalam bidang makanan, seperti JECFA (terdiri dari FAO dan WHO), dan FDA.

BACA JUGA : Para Peneliti Jepang Sebut MSG Bisa Jadi Strategi Diet

Rida mengatakan, micin merupakan produk yang aman digunakan, asalkan sesuai takaran. FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan, batas aman penggunaan MSG adalah 2 gram. Sementara, Kemenkes RI merekomendasikan batas aman konsumsi MSG sebanyak 5 gram.

Di sisi lain, FDA menyebutkan, rata-rata orang dewasa mengonsumsi sekira 0,55 gram setiap hari, artinya sangat sedikit dibandingkan batas maksimal tersebut. Karena itu, maka dapat dikatakan bahwa MSG aman dikonsumsi, dan bukan sebagai bahan yang berbahaya.

MSG pun termasuk dalam salah satu Bahan Tambahan Pangan yang aman dan diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.033 Tahun 2012 dengan takaran penggunaan secukupnya. Namun yang perlu digarisbawahi, konsumsi MSG ini sebaiknya tidak lebih dari yang dianjurkan oleh beberapa institusi kesehatan.

1
2